Sabtu, 31 Mei 2025

Sudah yang ke-4

 Happy anniversary ke 4 cintakuu


Timaaci karena slalu berusaha buat aku bahagia. Selalu suport setiap kegiatan organisasi, kerjaan, dan liburan ku. Sampe saat ini udah ngga bisa dihitung kebahagiaan yang kita rasain. Banyak moment yang sama-sama kita lewati yaa.

Dari aku yang masih anggota di Ormawa sampe ketua lalu alumni. Sambil masuk ke salah satu komunitas di Lumajang dengan rintangan-rintangan nya. Dari liburan ke Jogja, bandung, banyuwangi, bali, nganjuk, situbondo, dan masih banyak lagi. Dari sebelum sampe sesudah covid. 

Juga kamu, yang dari ngga ada model rambut sampe ke gondrong lalu pendek lagi dan sampe sekarang. Dari pembuat minum, koki, lalu manajer di tempat kerja. 

Dari yang belum pernah mudik selama 7th sampe udah bolak-balik indo 3x. Dari ikut trip ini itu berulang kali. Dan maaasih banyak lagi momen yang udah kita bagi satu sama lain. Bener-bener full suport garis keras pokoknya, ya.

Dari kamu aku belajar kalo sederhana itu mudah dan bersyukur itu indah. Ternyata ada lelaki yang tutur dan perilakunya super lembut. Sangat ramah dengan tetanggaa, suka banget nyapa orang, punya tanggung jawab tinggi dan suka berbagi. Aku juga jadi tau, klo bakso putihan itu enak hehe. 

Aku salut banget kamu banyak berbenah. Dari yang super ngga jelas, ngga peka, pelit, boros, tidak peduli diri sendiri at least jauh dari harapan ku dulu. Sampe akhirnya kmu bisa jadi laki-laki yang "wah, kok bisa ada yg sia-siain orang ini" pikirku. 

Pelan-pelan kamu hilangkan ke-redflag an itu. Sementara sekarang, malah melebihi batas wajar. Misal, semakin lama pikiran kita mudah connect meski belum terucap, belum ngode tapi udah kekode dan banyak hal yang kebetulan menjadi sama. Good job sayang, ini ngga mudah. Kamu melewati hal yg cukup sulit untuk sampai dititik ini, akupun juga. 

Sampai akhirnya kita saling menemukan. Saling mengisi, memberi, mewarnai, mengasihi dan masih banyak kata saling (positif) dalam hubungan kita.

Ini bukan akhir, tapi kita akan terus tumbuh berkembang menjadi sahabat hidup selama-lama-lama-lamanya.

Tulisan ini awalnya direncanakan terbit ketika anniversary ke 4 bulat maret kemarin, tapi yaudahlah. Nggak papa sedikit terlambat dari pada tidak sama sekali. Hehe

Happy anniv ke 4 bixbyy, membara terus ya cintanya.


Kamis, 15 Februari 2024

Sebenarnya, kebetulan

Halo semua, sudah lama tidak berbagi cerita. Rasanya banyak hal yang harusnya tertulis tapi tidak sempat tersampaikan disini. Kalau mau ditarik ulur juga udah terlanjur expired hehe. Dan juga masih jadi penulis yang moody-an. Untung-untungan ini mau nulis lagi setelah sekian lamanya. Mumpung sedang sempat jadilah tulisan ini. Sedikit cerita tentang aku dan doi. Jyakhhh wkwkwk Just for memories aja deh yaaaa.. happy reading!

Hemm, cerita dimulai dari flashback dulu nggasih.  Gimana kami (aku dan doi) meniti kisah sedari duduk dibangku SMA. Selalu ada serba kebetulan diantara kami. Semoga menarik untuk dibaca. Hehe. Oke mulai.

2016 kira-kira awal kami bertemu. Kami berbeda sekolah tapi masih dalam satu naungan gituu. Karena kebetulan berasal dari Provinsi yang sama akhirnya kami dipertemukan. Satu organisasi daerah lebih tepatnya. Just say hai aja sih dulu itu. Tpi karena dia cogan daripada yg lain menurut kacamata ku ditahun itu gimana ngga naksir kaan, haha. Apalagi dulu, aku berteman dengan teman-teman yang enggak malu-an alias malu-malu in dan suka berteman dengan semua. Akhirnya sok akrab dan sering nyapa lah kitaa. Tapi ya hanya sebatas CaPer sih. Aku nya cuma sering godain tapi ternyata doi malah baper. Malah katanya, dia ngga berani ngungkapin karena tau akunya udah punya pacar. Ini masih kelas XI an udah pacar-pacaran, gimana ini. Wkwk (Tapi doi belum nyoba bilang udah patah duluan gys) haha. Jadi ya ujung-ujungnya aku sama yang lain, dia juga sama yang lain. 

By the way, masa SMA kami berbeda loh. Ibaratnya, Masa putih abu-abu aku lebih berwarana ketimbang doi yang cuma hitam putih. Aku lebih punya banyak kenangan seru bareng temen-temen sementara dia sangat membosankan. Dia siswa teladan karena terkenal dengan 'Tukang terpal' nya. Sementara aku siswi ter-kontroversi karena terkenal dengan 'Geng Kapak' nya. Intinya dia masih dijalan yang lurus dan aku sudah lumayan tersesat. Hahahaha. Perbedaan itu yang kebetulan menjadi penghubung kami.

Nah ketika lulus, kami bener-bener lost contact gys. Dia dengan kehidupan baru di negeri orang sedang aku menjalani hidup setelah lulus dengan pertualangan. Dia dengan kisahnya, akupun juga. Hanya saja, kisahku lebih beragam. Banyak pengalaman masa lalu(mantan) yang udah aku jadikan pelajaran. Sementara dia, tidak. Ibarat aku punya tujuh dan dia tiga. "Ngga ada yang berkesan lawong ldr an, pernah lama tapi banyak sakitnya. ditambah ngga pernah ketemu ngga pernah ngapa-ngapain" katanya. Wkwk parahsi. 

Singkat cerita, ditahun 2020 an kami sempat ngobrol sebentar melalui Whatsapp teman kami. Kebetulan temen aku ya temen dia juga. Hanya hitungan detik kok, nggak lama. Dan yaa hanya sekali itu. Hanya tanya kabar dan sekadar basa-basi busuk aja. 

Sampai akhirnya ditahun 2021, doi memberanikan diri untuk mengawali percakapan kembali.

Ya, cerita sebenarnya baru dimulai hehehe.

Bersambung...

Senin, 20 November 2023

Rumitkah?

Arus sungai yang tenang

Disertai hembus angin yang menggoyangkan daun pelan-pelan

Sambil kuteguk kopi susu dengan sedikit busa dan choco chip diatasnya


Malam ini terasa sedikit sesak

Banyak hal yg ternyata mendesak


Waktu berjalan seperti biasanya

Jalanan ramai seperti biasanya

Terus berjalan walau banyak jiwa yang sedang ingin berhenti sejenak karena gelagapan 


Diserang sana

Diserang sini


Dipaksa ini

Dipaksa itu


Menjadi mekar kok ya serumit ini, Tuhan?





Minggu, 19 November 2023

Kamu

Setiap detik penuh harap

Berperang dalam kebisingan

Berdiri sendirian dengan gemuruh

Menyelami pikir yg sudah meletup-letup

 

Lelah

Takut

Rindu

Semua jadi satu, kan?


Lalu kamu mulai melangkah pelan.

Dan sesekali mencoba untuk berlari

Sambil terus berbisik

"Semoga aku bisa ya!"


Peluk jauh, Sayang.


Selasa, 08 Agustus 2023

Kisah Tiga Permata

Bermula dari dua,

Menjadi tiga.

Bersinar nan berkilau bersama.

Tapi ternyata terkikis.
Bukan lagi menjadi tiga.
Ada yang satu,
Ada yang dua.
Terbelah akhirnya.

Atau bahkan sebenarnya bukan tiga.
Sejak awal memang sudah terpisah.
Sejak awal yang satu tidak pernah dianggap ada.
Sejak awal yang satu tidak diharapkan.
Hei, kemana saja?
Kenapa tidak menyadarinya?

Kalau sudah begini, bagaimana?
Cukup perih.
Cukup berfikir.
Cukup malu juga ternyata.

Tapi,

"Tidak mengapa"
"Memang yang satu tidak begitu bersinar terang"
"Hanya yang satu butuh teman untuk tetap tidak padam"
Katanya.

Sabtu, 17 September 2022

Sama Aku aja, ya!

Sama aku aja, ya!

Ketika kamu merasa butuh meluapkan segala emosi karena kesal perihal kehidupan.

Sama aku aja, ya!
Ketika mereka tidak tahu kalau ada kamu yang begitu bisa banget diandalkan.

Sama aku aja, ya!
Ketika kamu merasa suasana seakan-akan muram tak akan ada lagi kehidupan selanjutnya.

Sama aku aja, ya!
Ketika kau hamburkan uangmu untuk hal yg kamu suka tapi diprotes habis-habis an.


Sama aku aja, ya!
Ketika mereka menghidupkan lampu semalaman padahal kamu tidak suka.


Sama aku aja, ya!
Ketika kamu ingin didekap karena cabikan mulut mereka yang bak sampah tentang keputusan mu.

Sama aku aja, ya!
Ketika mereka acuh disaat kamu sedang genting-gentingnya.

Sama aku aja, ya!
Ketika kamu ingin tertawa selepas-lepasnya dan kamu akan menjadi orang paling beruntung karena kamu punya aku,
Yang siap diinjak;
Siap terluka;
Siap sendu lan pilu, Asal bersamamu. Asal kamu selalu dengan aku, bukan yang lain.

Kamis, 17 Juni 2021

Sia

Rasa hanya sekadar rasa

Peka bukan berarti bisa

Senantiasa ada pun juga bukan yang utama.


Keluh kesah selalu menjadi berita
Sehingga lupa kita ini apa.

Sejak awal kamu salah
Sejak awal kamu bercanda
Sejak awal kamu membawa luka.

Karena memang dimatamu
Aku lemah
Cuma perempuan boneka yang mudah di sia-sia.
Apalagi?

Urus saja hati mu
Kalau perlu, kembali!
Mana tau dia juga sedang menunggu.

Kamis, 17 Juni 2021

Minggu, 06 Juni 2021

Kebetulan ada


Jadi beberapa bulan terakhir ini 

Suasana hati terasa membaik sejak dua tahun lalu.

Setidaknya yang semula hanya ada hitam dan putih

Sekarang sudah lahir warna baru entah itu biru atau kelabu.

Jika kemarin hanya ada sepi, sekarang sudah hadir bising sebab suara hati.

Jika sebelumnya sunyi, sekarang sudah tumbuh benang sari

Yang kemudian menyelami kehidupan yang telah lama mati sehingga bersemi.


Sehingga masalah menjadi tidak masalah

Seakan sembuh dari segala dera

Sejak saat itu, beberapa bulan lalu

Sejak kebetulan, ada nya kamu.

 

Sedikit kemudian menata arah mata

Berjalan ringan dengan harapan

Terkadang girang karena pujian

Waktu dan tempat dipersalahkan.


Aku hebat kamu pun juga

Lalu kita melawan jarak

Dengan asa yang hanya asa

Kehadiran yang tidak sengaja.


Aurora datang menyelinap

Dalam kalbu yang hampir saja lumpuh

Yang lama kaku ditelan ambigu.


Segala luka mendadak pudar

Segala daga menjadi binar

Sejak saat itu, beberapa bulan lalu

Sejak  kebetulan, ada nya kamu.

 


Selasa, 07 Januari 2020

Solo Traveller go to Bali

Assalamualaikum temen-temen, setelah sekian lama nggak nulis akhirnya terbit juga nih tulisan.

Pertama kali ngetrip ke bali dan sendirian tanpa temen satu pun selama dua hari, tepatnya di daerah seminyak, kuta dan pemogan.  Sebenarnya lima hari sih di sana, cuma dihari keempat dan kelima aku tinggal di rumah saudara di daerah Tukad balian-renon-bali.

Solo trip ini sebenernya ada nggak enaknya, banyak enak nya. Hanya untuk yang seneng mencoba hal baru wkwk. walau sering juga dibilang introvert, Tapi kan tetap menikmati kesendirian dengan aktifitas yang senyaman mungkin.

Pengalaman paling berkesan diakhir tahun 2019 kali ya. Mengatur segalanya sendiri, Asyik dengan dunianya sendiri, merenungi setiap sudut kota sendiri. Cobain deh pasti bakal nagih hehe.

Tips yang paling penting untuk memulai solo traveller adalah keberanian dan persiapan yang mateng gaes. Diantaranya yaitu:

1. Cari tau semua yang kamu butuhkan lewat google dan maps. Kuasai daerah-daerah yang bakal kamu singgahi.

2. Tentukan tanggal, setelah fix segera pesan tiket kendaraan dari berangkat sampai pulang. Aku sih berangkatnya pakai jasa KAI turun di tujuan akhir banyuwangi-ketapang, terus jalan ke pelabuhan ketapang naik jasa travel jurusan akhir terminal ubung denpasar bali. Penyebrangan udah incloud sama travel gaes jadi nggak usah bayar lagi. Terus pulanya pakai jasa bis Damri dari teras Damri di denpasar selatan sampai terminal Jember.

3. Jangan lupa pesan tempat tinggal yang strategis dengan tujuan wisata kamu nanti, karna sekarang itu udah mudah banget. Bisa lewat aplikasi Traveloka atau Reddorz.

4. Packaging barang-barang kamu dengan super rapi dan lengkap, karna harus prepare se-detail mungkin. Betul-betul barang yang kamu butuhin loh. Baju pun harus matching biar nggak ribet kamu nya. Kalau aku kemarin; bawa baju yang simple warnanya, bawa juga daster buat tidur, jaket army, sepatu putih trus juga sandal jepit uh itu nggak boleh ketinggalan. alat mandi musti lengkap beserta sabun cuci nya dan tempat baju kotor harus punya. Perlengkapan pribadi seperti charger, power bank, make up seadanya, obat juga dan tripod buat pembantu buat motoin kamu nanti. Jangan sampai kekurangan ya karna kamu sendirian hehe.

5. Untuk kendaraan sih bebas, bisa sewa motor atau bergantung dengan ojol. kalau aku karna versi low budget dan masih kaku buat nyetir jadi ngandelin jalan kaki (kalau deket ya gaes) dan ng-ojol kalau jauh.

6. Makanan disana cukup relatif. Kamu bisa memilih tempat dari yang mahal sampai mahal banget di sana wkwk. Dan lagi, karna aku sukanya ngirit duit jadi memanfaatkan pedagang keliling di sekitar jalan kuta yang jual nasi jinggo dengan harga Rp.8000 aja. Atau juga biasanya bisa di temuin di pinggir pantai kuta.

7. Udah sih ya itu aja.

Pokoknya trip sendirian itu menantang banget apalagi perempuan. Tapi asyik kok seriusan. Jaga barang-barang dengan siaga ya gaes, walaupun jarang ada berita jambret atau apapun tapi harus tetap waspada.
Dan jangan lupa, harus menjaga adab selama di bali, setidaknya dengan tidak berbuat masalah lah ya, nggak usah kepo dengan urusan orang lain, walaupun berbeda kebudayaan dan agama, harus tetap toleransi juga karna mayoritas di sana hindu jadi musti jaga sikap hehe :)

Sekian ngedabrusnya, ini masih secara umum, doakan biar ada hari ke-1 sampai ke-5 selama di bali hehe. 

Rabu, 21 Agustus 2019

AMBIGU isasi

Serasa begitu rumit bak ilusi
ambigu tanpa tau dimana arah yang pasti
Berpatokan pada angan buram
tumpukan nya hanya berserak
Tanpa aba diapun terus meng-iba

Menolak sapa didalam temu
Yang itu rasanya teramat tabu
Padahal berambisi sampai sesak padahal butuh

hadir nya adalah bahagia
Mendengar nya adalah menjadi tenang
Menatap nya adalah hal biasa yang terlalu luar biasa

dia pun tau bagaimana ujarnya
Sengaja berpamit dengan sedikit berbisik
Sengaja acuh atau memang tidak ingin  peduli

Bayangan hati masih ber-jejak
Membekas cantik tapi sudah hampir usang
Rela di dera sepanjang jalan
Sampai lega cintanya berujung untuk siapa

Kamis, 08 Agustus 2019

Mulai usang?


Kak
Mendiang rasa ini masih saja tersimpan,
Sajak-sajak nya rapi walau tertumbuk asa.
pilu nya membeku.
terkadang sedikit rapuh.
Menjadi abu yg tampak lusuh.

redup nya pun nyata.
Sesaat sirna ditelan masa.
Bisa saja ini kedaluwarsa,
tapi kebajikan cinta ternyata tak bisa dusta.

angan nya belum padam kak,
bahkan meski berjalan sendirian menuju keburaman.
Kita belum seirama,
Atau tidak akan pernah seirama?.

jiwa egois nya bergejolak.
menikmati perih demi perih yang tak bersebab.
diam paling menyakitkan adalah siapa?
ilalang paling bodoh se antera adalah siapa?

Menjadi baper berkala kah dia?
Atau berpijak pada tempat yang salah?
atau juga hanya sekadar korban ketampanan nya ?

Jadi gimana?

Sabtu, 15 Juni 2019

Sedikit putus

Welcome untuk saya yang akhirnya menulis lagi. Karena jujur, sebenarnya saya menulis hanya jika benar-benar merasakan sehingga tulisan dan rasa itu nyambung, gitu.  Entah apa yang terjadi dengan hati ini yang begitu hambar sejak saya memutuskan untuk berhenti, stop memikirkan dio yang jauh dari ekspetasi. Dhuaar

Tapi gini, bukan melulu tentang Dio. Saya masih terus berproses menuju kedewasaan, untuk lebih bersabar dengan mencoba sedikit tidak berharap apapun yang bukan kuasa saya.

Jujur lagi, cinta itu ternyata memang saaaaangat berpengaruh bagi kehidupan saya. Secara umum sih, mencakup untuk orang-orang disekeliling saya. Keluarga, sepupu-sepupu, anak didik , sampai akhirnya si "kekasih". eit, masih Dio deng. hitam putih jika tidak ada setitik cinta didalamnya.

Tepat 380 hari sejak saya bertemu dengan kamu Dio, doa ku sejak dulu hanya "semoga Tuhan memberi kesempatan untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya". Ternyata sampai hari ini sedikit banyak kita  berjumpa, baik sengaja atau tidak. Dulu saya berada di fase itu bukan kebetulan, pasti ada campur tangan Tuhan. Tapi semakin jauh sampai akhirnya saya menganggap mungkin itu hanya kebetulan. Yasudah lah. Akan saya serahkan segalanya pada Tuhan.

Ramadhan tahun ini banyak berbeda dengan tahun lalu by the way. Tahun ini saya sangat disibukkan dengan kegiatan nganggur di rumah. Tepatnya karena "drop" sampai hampir sepekan. Huh

Untung nya tidak menggebu memikirkan hal yang tidak semestinya. Tetap berusaha posthink ke semuanya. Termasuk kepada Tuhan yang memberi nikmat berupa sakit. Benar-benar diluar sana banyak orang yang merasakan sakit justru terlihat bahagia dengan rasa yang didera nya.

Jadi itu yang membuat saya selalu berusaha menerima taqdir dengan selapang-lapang nya.

Takdir apapun!
Bukan hanya tentang keadaan,tapi juga perasaan. Semua sudah ter-atur. Tinggal bagaimana diri kita menyambut nya dengan Legawa bahkan dengan suka cita.

Selasa, 19 Maret 2019

Cinta salah arah

Memasuki usia 10 bulan rasa ini sebetulnya bukan waktu yang cukup pendek. Rasa yang lumrah ada namun justru tidak mampu menembus cakrawala. Setumpuk rasa hanya mampu terbias oleh dinding angan berkelabut mimpi. Yang jelas tidak mungkin menjadi nyata.
Dari awal berjumpa, bertatapan, berbincang, bertukar pikiran, bertegur sapa yang sepertinya itu sedikit kebetulan atau semacam keberuntungan. Sampai titik dimana mulai malu walau hanya melalui angin sosial media. Disebabkan karna terlalu cepat berasumsi bahwa cinta itu datang nya mudah. Padahal imaji yang terus-terusan menutupi. Memangnya kisah serial drama yang cukup sesaat sudah bisa memiliki dengan sempurna?

Tapi bohong jika orang yang memiliki rasa itu melepas rasa nya dengan cepat? Lalu meng ikhlas kan untuk orang lain? Lalu apakah orang itu tenang hidup dengan penantian sia-sia? Apalagi jika rumor telah beredar luas terngiang-ngiang dikepala. Lalu bagaimana orang itu menghibur diri supaya lupa dengan setiap doa yang dilantunkan dahulu? Meski bayang selalu mengiringi hari-hari.

Ternyata, arah cinta tak pernah salah. Tapi insan itu sendiri yang membuat dia parah. Andai dia tidak segera menjatuhkan harap yang "terlalu" inggi, mungkin sekarang dia tidak merasakan perih karna cinta, tidak pernah mengalami kerinduan yang bukan tugasnya, tidak pernah merasa "tidak dianggab".

Harusnya dia lebih berhati-hati
Lebih menyadarkan diri
Lebih tidak peduli caci
Bukan malah terlihat agresif
Apalagi terlihat pasrah nan lemah.

Kita doakan semoga orang itu cepat sadar dari ketidak sadaran nya.

Minggu, 17 Februari 2019

Memang cinta

Memang benar terkadang Cinta mampu membuat lebih beda dari biasanya, berdegup lebih kencang dari biasanya, lebih banyak tersenyum dari biasanya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Cinta juga mematahkan asa dengan cepat. Apalagi dalam kondisi tidak saling menguntungkan, tidak saling memahami, tidak saling bertegur sapa, tidak saling mengasihi, bahkan tidak saling tau menau. Sungguh berat, tapi gimana mau dikata? Ternyata masih ada seorang yang mampu bertahan sampai detik ini untuk menguji apakah benar adanya Cinta sejati walau hanya dirasa seorang diri? Apakah benar adanya Cinta diam? Apakah benar adanya memendam cinta? Seolah melalui jalan mulus tak berduri. Padahal tangis selalu membasahi hari yang justru lebih panjang dari yang dikira. Garis akhir bahkan tidak terlihat. Melayak kan mimpi itu tidak dilarang kan?

Seakan baik-baik saja,
Entah ini yang namanya gagal?
Menyerah begitu saja kah?
Apa ini yang dinamakan lelah?
Saat dia ingin menghempas setiap titiknya.
Saat selalu saja dia mengusik ketenangan.
Dasar,
Bayang-bayang payah.

Dalam ketidak pastian yang benar-benar membuat setengah gila. Karna rasanya berlebih atau bahkan memang orang itu sendiri yang membuat kadar nya tumpah meruah?
Sebatas ego kah?
Sehingga menganggab dia sosok tersempurna di dunia, kemudian menyiksa dirinya sendiri lalu berteriak sangat terluka, padahal cermin adalah pelaku nya.

 Ingin berlabuh sejauh mungkin.
Sejauh mata tak lagi bisa memandang dengan jelas.
Hingga terus merubah arah asa kepada orang yang lebih tepat,
Lebih mudah dijangkau.
Sekali lagi supaya lekas berhenti ada harap.

Puncak dari mencintai memang kerelaan.
Rela saat hati dan jiwa didera
Tapi mungkin itu tak salah
Hanya sampai kapan kerelaan itu akan berakhir?
Ironis memang

Sabtu, 01 Desember 2018

Kawah ijen TRIP ( part 2 )

Oke lanjut lagi, 
Kali ini membahas gimana perjalanan sampai Puncak nya.
Start awal dari pendopo selamat datang pendaki gunung ijen sampai ke kawah kira-kira selama 180 menit -+
Pendopo start pendakian kawah ijen

Ada sekitar 5 pos yang akan di temui selama perjalanan. Tapi sayang kamar mandi nya nggak layak, jadi sebelum berangkat terutama buat perempuan-perempuan tangguh kudu dikeluarin semua BAK dan BAB nya. Tissu basah dan air mineral yang cukup juga bisa jadi cadangan sih ketika di tengah perjalanan tiba-tiba kebelet.

Pos 1 ke pos kedua mungkin ditempuh selama setengah jam. Jarak pos-pos selanjutnya aku lupa detail waktunya gimana. Cuma yang masih aku inget pos terakhir yaitu kantin. menandakan kalau gerbang kawah sudah dekat yeeeeee. Jangan lupa ketika dirasa ngos-ngos an segera berhenti jangan dipaksakan. Setelah enakan baru lanjut lagi.

Itulah sebuah proses.
Bersusah dulu bersenang kemudian,
Rapuh dulu bersyukur kemudian,
Lelah dulu nikmat kemudian,
Sakit dulu bahagia kemudian,
Naik dulu turun kemudian, ( yajelas laaah )

Yang pasti adalah jalan nya itu nggak susah. Nggak terlalu mainstream untuk pendaki pemula, perempuan biasa, perempuan syar'i, anak-anak, ibuk, bapak, kakek, nenek dan lain-lain. Karna disitu juga tersedia PAJERO. pajero ini istilah diantara kami bertujuh sebutan untuk jasa bapak pengantar memakai kayu dorongan wehehe. Itu tuh ada dua orang yang narik dan satu bagian belakang untuk mendorong gitu. Jadi jarak sekitar 2km tadi ditempuh dengan kuat dan lelah banget kan pastinya. Harganya kalau naik kira-kira Rp. 750.000.00 , kemudian kalau turun sekitar Rp. 250.000.00 per dorongan. Untuk harga terbaru bulan kemarin. Setara sih menurutku dengan perjuangan si bapak - bapak yang nganter. Nggak tega gitu loh. Awas aja kalo anak nya durhaka ma bapak nya. Perjuangan nya totalitas hum
Gitu tuh jalan nya

Di jalan selalu rame, apalagi kemarin bertepatan di hari sabtu yang which is itu weekend. Nggak usah takut bakal ada genduruwo apalagi tuyul ;)

Salah satu perbedaan antara gunung ijen dan gunung lain itu orang-orang nya nggak terlalu care. Jarang banget ada yang nyapa. Nggak bakal nyapa kalau nggak disapa. Itupun kayak nggak ikhlas gitu nanggepin nya. Padahal waktu lalu di gunung buthak- Malang pendakinya ramah-ramah. Setiap ketemu dengan yang lain selalu bertegur sapa berasa kayak tetangga sebelah kalau lagi main. Nanya asal lah, nyemangatin lah, atau sekedar ngomong "ati-ati mbak, mas".
Jadi ngerasa asing gitu di sini, ditambah bule nya banyak banget.

Setelah jumpa pos terakhir kantin. Berasa banget seneng nya. Padahal nyampe aja belum. Dari perjalanan kantin ke Puncak banyak yang udah nawarin masker khusus melihat blufire. Karna masker biasa nggak bakal ampuh dengan sengatan bau kawahnya. Harganya sekitar Rp. 25.000.00 per kepala. Tapi setelah nyampe di gerbang kawahnya juga lebih banyak lagi sih yang nawarin masker untuk bluefire nya. Lalu ketika sudah seperempat hampir ke titik gerbang kawah selalu terlihat senter-senter pendaki gunung meranti. Gunung tepat di sebelah kawah ijen ini. Lucuuu pasti senter kami terlihat juga dari sana hehe

Daaaan akhirnya sampai juga di gerbang kawah ijen. Pukul 04.00 wib masih sangat gelap disana. Angin masih mencakar ganas huy duingiiin sekali. Segera mencari tempat berlindung di lubang panjang tanah hehe. Saking nggak betah dengan udaranya kami memutuskan untuk tidur sampe dirasa agak kuat untuk bertahan dari para angin jahat.
Berani kotor itu sehat tauk.

Bluefire sih sebenarnya dapet, yaa cuma karna udah nggak betah sama angin jadi udah deh nggak papa next time aja lagi liatnya. Dari pada bisa turun terus nggak mampu naik gimane? ( Btw blufire di tempuh dengan menuruni ke dasar kawah ).

Tepat pukul 05.40 wib aku terbangun. Segera ku naik dan seketika itu juga jeng jeng jeeeenggg "mashaallah, aaaaaaaaaaaah kereeeeen"
Seneng, bahagia, nggak nyangka, kudu nangis, takjub, dan lega banget intinya.
View di depan auto ada kawah yang warna nya seger pol, kesebelah kanan masih ada jalan lagi Puncak gunung ijen, ke belakang ada hamparan tumbuhan cantik, dan ke sebelah kiri ada tumpukan awan milik meranti dan ada jalan menuju Puncak juga. Wallah bersyukur sekali bisa menginjakan kaki kesini. Penat yang nggak sia-sia, melawan dingin juga nggak sia-sia. Pokoknya kawah ijen berhasil membuat aku lebih Cinta tuhan. Bahwa tuhan pasti mendengar doa hambanya yang berusaha agar mendapat jodoh dan takdir yang baik. Eh apa hubungan nya?  Humm.
View di depan langsung gini uh
View  sebelah kanan

View di belakang
View sebelah kanan

Hampir mau nyampe kawah 

Walau belum Puncak, di titik itu saja aku sudah mendapat imbas dari keluhan-keluhan tadi. Gimana dengan yang sampe ke puncak nya, terus ke bawah liat bluefire nya juga ya?  Pasti double dong kebahagiaan nya.

Ketika di atas, para bule jarang terlihat sudah. Entah mereka kemana wkwk. Keadaan nggak serame waktu di jalan juga jadi nyaman lah teriak-teriak nggak jelas.

Santai, berfoto ria, sambil memanaskan diri sampai pukul 08.00 wib. Pingin banget tinggal disitu. Secara view nya dapet banget looh. Cuma yang bikin kesel itu angin. Super hembusan nya khawatir nyeret badan.

Disana jangan pake baju putih, Pokok nya jangan pake yang putih. Debunya banyak soal e jadi gampang kotor. Kawah ijen is my favorite place. Harus datang ke sini asli. Recomended parah. Apalagi kalo yang seneng hunting pake photographer handal uh bakal Bagus banget pasti hasil shoot nya.

Setelah lumayan lama berjemur disana, akhir nya turun lah kami ke lapangan pemukiman tenda. Nggak bisa cerita banyak sih. Intinya setelah turun hati tuh riang gembira. Jalanan udah nggak terlalu rame kaya tadi malem. Bahkan berasa milik sendiri. Musti waspada. Lebih enak kalo pake sepatu asli gunung. Posisi saat menurun itu kaki agak serong, jadi dia nggak bakal terpeleset. Gitu dehh. Siap-siap setelah turun langsung mandi ya pasti badan udah kotor semua. Abis mandi terus makan abis itu istirahat deh. Pulihin energi hehe.
Okkeee selesaaaii terimakasiiih semoga nyambung semoga yang belum kesana segera bisa tercapai untuk menjajah kawah ijen;)
Segrup nih

Kamis, 29 November 2018

Lara suka


Ketika awal bertatap
Aku jatuh
Aku terlebur
Terbias kata
Ternyata merah jambu.
Lalu aku berusaha
Sendiri
Berjuang,
Bergerak
Seiring waktu.
Kemudian selalu bertatap.
Akhirnya,
Bertahan
Percaya
Zona aman
Masih bertahan
Terus bertahan.

Tiba saat
Hampir menyerah
Mulai lelah
Bukan karnamu,
Tapi Mereka.
Mereka bercuat
Samar
Gentayangan
Aku Ketakutan
Terusik
Iya mereka.
Semakin lemah
Diam saja.
Ingin melangkah
Pulang,
Lalu hilang.
Bisa apa?
Bodoh memang.
Mungkin bak debu
Terhempas mudah.
Memikul malu
Sambil sembunyi
Mungkin juga lari.
Menunggu dikau,
Jika datang,
Membela.
Hanya kalau!
Mungkin aku aman
Ada bersama mu
Mungkin,
Nyatanya?
Ingin sirna
Ingin ditelan senja saja.
Aku semakin pilu
Pun rapuh.
Karna mereka
Iya mereka
Menguliti lembut
Harga
Diri ku.

Minggu, 25 November 2018

Kawah ijen TRIP (part 1)

assalamualaikum temen-temen.
Well, akhirnya
Pertama kali curhat tentang perjalanan, semoga nyambung deh. padahal sebenarnya lumayan banyak sih destenasi wisata yang sudah aku kunjungi. Cuma baru kepikiran aja buat ngeshare disini mungkin bisa sedikit bermanfaat.

Kawah/gunung ijen itu terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso.
Bener -bener satu tempat yang sangat memukau ternyata. Basically Indonesia punya uy. Bangga dong betapa indahnya negeri ini. Dengan kawah yang berwarna hijau tosca nya, berdekatan dengan gunung meranti yang kalau malam terlihat cahaya senter dari pendaki lain, dan kalau siang terlihat Puncak nya disertai awan-awan Indah. Sangat terpesona dengan segala keagungan Tuhan itu. Berasa pingin jebur ke awan yang udah kaya kapas hehe

Perjalanan dimulai hari sabtu selesai maghrib, pemberangkatan dari Jember kota sekitar pukul 18.30 wib dan sampai di lapangan start pendakian kawah ijen tepat di pukul 22.40 wib. Sesampainya disana langsung dirikan tenda yang uhh, ternyata ada kesalahan teknis sehingga tenda gagal berdiri hehe. Untung dibawah lampu.
Jadi dilapangan itu gunanya tempat parkir. Parkir tenda maupun kendaraan. Ada berbagai pengguna, Dari travel, mobil, motor, helikopter, sampai kapal selam juga ada. Eh yang dua terakhir itu becanda sih . Banyak yang mendirikan tenda sambil bebakar kayu untuk menghangatkan badan pastinya, karna bener-bener duingin huh.

Jadi persiapan yang wajib dipakai adalah =
1. Jacket
2. Celana (bukan jeans)
3. Kupluk (topi hangat)
4. Syal
5. Sarung tangan
6. Bajunya yang berkain hangat
7. Kaos kaki dobel
8. Sepatu (apapun yang penting nyaman)
9. Masker
10. Ransel biasa (biar bawanya nggak berat)

Kemudian yang wajib di bawa adalah =
1. Amunisi energi (makanan agak berat)
2. Air mineral
3. Jajanan ringan
4. P3k
5. Tongkat (dari kayu ya boleh si)
6. Tissu basah
7. Madu / pelembab bibir

Sekarang yang sunnah dibawa nih =
1. Kamera
2. Kaca mata
3. Selimut hehe

Itu saran dari aku yang serba kekurangan di persiapan nya menurut pengalaman kemarin. usahakan jangan terlalu berat bawa an nya, kemudian barang-barang itu nyaman di badan kita. karna perjalanan yang jauh itu nggak mudah.

Pendakian dimulai pukul 02.00 wib dini hari. "Biar dapet bluefire kudu berangkat jam segini" kata salah satu personil dari kami ber tujuh. Dimulai dengan sesi berdoa lalu sesi pendaftaran. Harganya inshaallah 12k, itu sudah sama parkir. Murah ya
Dengan bekal pribadi baju dobel, iket, jilbab pashmina di blibetin, jaket, kupluk, syal, kaos kaki, dan sepatu ternyata masih kerasa banget dingin nya. Apalagi ditambah hembusan-hembusan kasar si angin. Andai selimut itu nggak berat pasti ku bawa dong. Hum

Selama perjalanan, ternyata banyak sekali saudara-saudara saya disana, yak mereka adalah para bule . Kalah putih uh, tinggi apalagi. Tapi yaudahlah nggak papa, anggeb aja kami saudara terpisah. Hehe

Alhamdulillah track nya lumayan mudah. Sedikit lindai banyak nanjaknya wkwk. Malah rame lagi haduh. Perjuangan pendaki amatir kaya aku gini jalan 7 detik dah ngos-ngos an asli. Tapi tentunya wanita hebat selalu kuat dan tangguh! Tahan capek supaya sampai tujuan dengan tepat waktu. Eak

Sekitar 2km menyusuri malam, sambil dzikir dong. Banyak ngeluh nya juga sih tapi. Tetap semangat mencapai keindahan yang masih belum tau gimana entar disono. 2km itu kira-kira selama 3 jam lebih lah ya buat nyampe ke kawah nya. Sesekali berhenti untuk istirahat duduk manis sambil menyapa saudara-saudara bule.

Dah ah, masih capek jadi butuh istirahat panjang dulu wkwkwk
Sampe ketemu di blog selanjutnya. Babay
Assalamualaikum wr. Wb

Kamis, 01 November 2018

Delima Bakat

Hai halo
Masih di ambang kebingungan. berasa mencari debu dalam air. bingung antara kebenaran dan kenyataan. selamat bahagia loh ya jangan lupa.

oke mulai,

Ada suatu hal yang selalu aku tanyakan pada tuhan. karna terus berputar tak ada habisnya. sampai 19 tahun berdiri tegak di bumi ini masih belum mengerti BAKAT terindah yang aku punya. masih terus mencari tapi belum nongol-nongol yang dicari. huh

Mungkin temen-temen masih ada dong yang sampai sekarang belum tau apa sih sebongkah emas yang ada di diri kita, atau hanya aku ?

Sebelumnya nih, BAKAT menurut KBBI adalah " kepandaian, sifat, dan pembawaan yang dibawa sejak lahir."
makna nya jelas, kepandaian yang ada sejak lahir yang biasa dilakukan dan pastinya positif.

Aku cinta nyanyi nih, travelling, membaca dan sebagainya. Aku pun "bisa" sebagainya. bisa disini bukan diartikan pandai sih, tapi bisa hanya sebatasnya saja hehe. setidaknya kan aku mampu gitu loh. Aku suka gitu sama hal yang baru, baik bersifat serius maupun lelucon.

Terus gimana caranya menentukan bahwa aku berbakat dalam suatu hal?
masalahnya aku tidak pernah memfokuskan pada hal yang betul-betul aku cintai. apa ya? yang paling menonjol sih aku suka travelling. sama sekali nggak bisa dijadikan bakat dong wkwk. entar malah jadi gini pas ajang pencarian bakat. 
"perkenalkan nama saya Rica Sevtia Kusyaroh"
terus ditanya tuh sama si juri nya,
'baik Rica, apa dan tunjukkan bakat mu!'
lalu kujawab dengan lantang dong ya,
"jalan-jalan refreshing jur, travelling untuk menambah kesyukuran pada tuhan yang Maha esa dan menambah kecintaan pada Nya". sambil pasang wajah bahagia seperti ketika ceramah da'i cilik gitu. 
seketika sang juri langsung gelagepan nyuruh petugas untuk mengusir Rica dari ruangan. sadis kan

Bingung asli, pingin gitu kaya yang lain membanggakan bongkahan emas miliknya, sementara aku?
masih nggak tau sama sekali. kalau dilihat dari sifat pembawaan dari lahir sih aku terlahir sebagai juara kelas gitu wkwk. tapi entah sekarsng justru aku terlihat bodoh rasanya. apa yang perlu kubanggakan coba? pasti ada kan bakat terpendam setiap umat? hem muter-muter aja disini ngaak ada kelarnya.

Tapi sebentar, menurut pendapat ku sih berbakat itu bukan hanya perihal yang besar. dari hal kecil saja sepertinya sudah mampu dinyatakan dia berbakat dalam hal itu. nggak setuju nggak papa kok wkwk. Misal nih, berbakat bersih-bersih. sampe kinclong dan nggak ada debu yang nempel. jarang loh orang punya bakat semulia ini ya to?
terus berbakat menghibur. tentu ini sudah familiar. tapi juga nggak semua orang berbakat dalam menghibur orang lain dengan aliran joke-joke yang dibawa sejak lahir. hiyak hiyak

jadi tuh, jangan sampai menyepelekan bakat-bakat kecil yang mungkin bisa menambah ladang pahala dan bermanfaat untuk orang lain. coba aja cari bakat itu lalu kembangkan. betul kan ya?

Baik, untuk saat ini mungkin aku sudah menyimpulkan bakat terpendam seorang Rica, yakni "ketidak jelasan". nah, cukup jelas memang hidup yang penuh kesamaran ini menuntut ku menjadi orang yang tidak jelas. mungkin setelah ini aku akan mencoba mengembangkan bakat ketidak jelasan ku itu. hem
Semoga temen-temen lebih punya bakat yang lebih bermanfaat ya aamiin yarobbal alamin.sudah bye.


Kamis, 25 Oktober 2018

Rindu

Setiap detik
Pagi sampai kembali pagi
Detak selalu mengharap mu
Untuk ada
Untuk selalu menyatu
Hadir disetiap mimpi

Tak kan sirna
Cucur air mata pun begitu
Ah
Aku lelah merindu
Belum pupus andaiku
Tuk melihat senyum mu kala ku bangun

Tentang rindu
Tentang Cinta kasih
Yang tiada banding
Tiada henti pasti

Ku kejar masa depan
Kau kejar kehidupan
Ku rindu bahagia
Kau lelah ingin bersama

Bagaimana dengan merelakan
Tak bisa sungguh
Sudah berlama aku mendamba
Ingin jumpa setiap saat
Yang menumbuhkan mekaran indah
entahlah kapan

Lagi-lagi jarak
Lagi-lagi cita
Lagi-lagi cinta

Bersahabat sendiri
Berkelana sendiri

Sudahlah
Nafas rindu memang segalanya
Sudahlah
Kehendak akan selalu ku pasrah

Yah
Buk
Robb ku pasti sampaikan hikmah
Mengapa kita terpisah raga
Tenang saja
Jiwa akan mantap bersama doa

Tapi maaf
Rindu ini tak bercela

Sabtu, 20 Oktober 2018

Capek sendiri

Pernah dan ada nggak sih suatu ketika merasa putus asa gitu aja? capek dengan apa yang udah kita lakukan. Padahal udah berusaha untuk sampai dititik (lumayan) nyaman.
Perihal menerima keadaan dan ukuran mensyukuri nikmat, bukan menjadi diri sendiri.
Yes basically ada, itu aku yang saat ini.

Berusaha menjadi baik dimata orang lain pun berusaha menyamakan diri dengan yang lain. Wich is aku menjadi minoritas disitu. Dengan segala hormat dan patuh berusaha ku lakukan yang terbaik tentunya.
Untuk supaya selalu berada di titik tengah, Netral gitu lah. Dan, ternyata jin ifrit sudah menguasai relung hati ku nih, jadi tiba-tiba aku ngerasa sangat terbebani dengan sikap yang menuntut ku harus menjadi teladan, disemua mata. Padahal selalu kuingat bahwasannya, sesuatu yang dilandasi lillahita'ala pasti berbuah kenikmatan dan keindahan. Tapi uh, rupanya iblis sudah membisiki dengan kehalusan yang luar biasa.

Apa ya kira-kira penyebabnya?
Aku Cinta sekolah, aku Cinta anak-anak, tapi aku lebih Cinta kebebasan. Hiyak hiyak

Aku ingin banget menjadi diri ku sesungguhnya yang nggak punya malu berpendapat dan bertanya, yang nggak bisa diem karna lek wes cerita nyerocos persis anak baru akal baligh, yang membaur kemana-mana dan apa adanya.

Tapi entah deh, disini sungguh aku berbalik 180° hehe. Di ruang guru asli yang paling diem ya hanya aku. Nggak ngomong kalau nggak diajak ngomong saking malu dan takut salah. Untuk saat ini agak berkurang sih radar diem nya alhamdulillah. Cuma ketika pertama ngelamar kerja dan baru sampai 4 bulan kemudian aku mulai bisa sedikit berinteraksi tanpa nderedek dan terbata-bata. Karna lagi-lagi takut tidak sepaham maksud nya. Apa karna aku termuda ya? Hem

Terus yang paling stay di tempat ya aku. Beranjak dari kursi hanya saat ke kelas, kamar mandi, perpus dan kantin. Hinggap ke kursi lain sungguh sangat jarang sekali.

Dan lagi yang super berwajah g*bl*k ya siapa lagi kalau bukan aku? . Rapat misal. supaya nggak dimarahin, aku selalu memasang wajah antara melas, linglung, dan datar. Itu jurus andalan sih. Padahal di hati ingin berkobar, bertanya maupun membantah argumentasi dari pembicaranya.

Hal paling utama dalam benak adalah, biar nggak dimarahin. Udah itu aja.
Sadis coy kalau misal dimarahin itu. Satu orang tau bisa jadi satu lingkup orang akan tau juga. Sebenarnya nggak akan ada juga yang mau marah-marah in sih, tapi kan pasti " gossip-gossip" manjah nya yang tersebar cepat bagai virus anak kecil kalau lagi pilek.

Gimana ya?
Belum cukup umur kah aku menggeluti dunia perguruan gitu? Tapi kok sekolah lain ada juga pengajar yang se-tingkat malah lebih care sama senior nya. Apa yang salah dari diriku sebenarnya?

Capek, asli
Sama sekali nggak bebas. Berasa terkekang walaupun nggak ada yang ngekang. Berasa penat sendiri gitu.
Gatau lagi udah, semoga ini memang betul pengaruh jin ifrit, jadi semoga lekas menghilang dan sirna dari relung pikiran ini. Hem :)

Copyright © Rica Sevtia
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas