Dari awal berjumpa, bertatapan, berbincang, bertukar pikiran, bertegur sapa yang sepertinya itu sedikit kebetulan atau semacam keberuntungan. Sampai titik dimana mulai malu walau hanya melalui angin sosial media. Disebabkan karna terlalu cepat berasumsi bahwa cinta itu datang nya mudah. Padahal imaji yang terus-terusan menutupi. Memangnya kisah serial drama yang cukup sesaat sudah bisa memiliki dengan sempurna?
Tapi bohong jika orang yang memiliki rasa itu melepas rasa nya dengan cepat? Lalu meng ikhlas kan untuk orang lain? Lalu apakah orang itu tenang hidup dengan penantian sia-sia? Apalagi jika rumor telah beredar luas terngiang-ngiang dikepala. Lalu bagaimana orang itu menghibur diri supaya lupa dengan setiap doa yang dilantunkan dahulu? Meski bayang selalu mengiringi hari-hari.
Ternyata, arah cinta tak pernah salah. Tapi insan itu sendiri yang membuat dia parah. Andai dia tidak segera menjatuhkan harap yang "terlalu" inggi, mungkin sekarang dia tidak merasakan perih karna cinta, tidak pernah mengalami kerinduan yang bukan tugasnya, tidak pernah merasa "tidak dianggab".
Harusnya dia lebih berhati-hati
Lebih menyadarkan diri
Lebih tidak peduli caci
Bukan malah terlihat agresif
Apalagi terlihat pasrah nan lemah.
Kita doakan semoga orang itu cepat sadar dari ketidak sadaran nya.
Ah, terlalu berharap lalu tidak menjadi kenyataan memanglah menyebalkan... :’)
BalasHapusSangatt, sangaat!
HapusRasanya tiada hari tanpa merasa terdera.
Salam kunjungan dan follow sini ya :)
BalasHapusSiap kaaak
Hapus