Bermula dari dua,
Menjadi tiga.
Bersinar nan berkilau bersama.Tapi ternyata terkikis.
Bukan lagi menjadi tiga.
Ada yang satu,
Ada yang dua.
Terbelah akhirnya.
Atau bahkan sebenarnya bukan tiga.
Sejak awal memang sudah terpisah.
Sejak awal yang satu tidak pernah dianggap ada.
Sejak awal yang satu tidak diharapkan.
Hei, kemana saja?
Kenapa tidak menyadarinya?
Kalau sudah begini, bagaimana?
Cukup perih.
Cukup berfikir.
Cukup malu juga ternyata.
Tapi,
"Tidak mengapa"
"Memang yang satu tidak begitu bersinar terang"
"Hanya yang satu butuh teman untuk tetap tidak padam"
Katanya.
0 comments:
Posting Komentar