Bersama-sama tapi, bukan berdua aku dan dia aja hehehe.
Jadi hari ini ada acara talk show inspired gitu. dio adalah salah satu pembicaranya. dimana semua pembicara pasti duduknya didepan kan, enggak mungkin juga disamping ku. walau dari kejauhan nggak papa sih karna kalau dari deket takut dibilang cari perhatian hemm.
Cerita dimulai..
Ahad pagi sekitar jam 08.15 personil geng muslimah ku menuju ke lokasi dengan dresscode pink yang sudah kusiapkan dengan rapi, perasaan gembira, semangat, dan tentunya bahagia. menyusuri keramaian jalan sambil berbincang-bincang. sungguh cerah pagi tadi.
Setelah setengah perjalanan kami lalui. ternyata ada masalah kecil disuatu perbincangan kawan bicara ku yang ngebuat aku literally langsung lemas, cemas, malu, gelisah campur menjadi satu. ini tentang dio."ada yang bilang kalau kamu pacaran sama dia mbak ric, kalau sampai ibunya denger dia pacaran, gatau bakal diapakan dia" kata temen ku ngejelasin.
"Yarobb, chat pun ga pernah loh padahal. oke mbak, aku ga mau terlihat didepan dia, aku malu. aku mencoba untuk tidak banyak suara dan gerak . aku mau menghindar dulu dari diaa". aku membela.
Selama perjalanan aku hanya berfikir negatif tentang semua. melayang tak karuan, hati ingin bergejolak, tapi jiwa merunduk malu dan cemas yang mendalam."kalau sampai dia tau kabar itu gimana? ini tentang harga diri ca , mulai khawatir, bener-bener takut dibilang ngaku-ngaku". ucapku berkali-kali dalam hati.
Sampai akhirnya di lokasi aku masih ketakutan. khawatir bertemu dengan orang-orang yang berkaitan dengan masalah tadi."aku harus gimana?". itu salah paham, tapi kenapa ga langsung tanya ke aku toh? Kenapa harus segera mendoktrin hal yang belum pasti terjadi? ". terus kuucap dalam hati.
Acara dimulai dengan khidmat bersama adek-adek yatim piatu. disitu aku diam tak berkutik. nangis sejadi-jadinya bertutupan masker agar nggak di lirik orang dan supaya temen sebelah ga ilfiel.
Sampai acara inti pun aku masih menutupi wajah dengan masker. Alhamdulillah akhirnya jumpa lagi dengan dio. dapet bagian paling belakang jadi ya hanya melihat dari kejauhan. yang biasanya kegirangan dan meramaikan suasana, sekarang aku hanya membisu diluar mengoceh tak henti didalam. yang awalnya berfikiran untuk memandang dengan serius dengan semangat ternyata hanya bisa dengan sembunyi-sembunyi dibelakang peserta yang lain. menikmati setiap tutur bahasanya semacam paparazzi dengan was-was. ah, karna saking malunya aku. sungguh melelahkan.
lah kok aku baper sendiri? Lah kok aku menyiksa diri sendiri?
Padahal nih ya,
belum tentu dia tau masalah nya apa kan?, belum tentu dia sudah mendengar kabar tak enak itu?, dan yang pasti belum tentu juga dia mengenali wajah ku apalagi tertutup masker. terus mengapa aku menghindari nya? Hal aneh yang super lebay hem maafkan.
Mau gimana lagi, aku terlanjur malu. Aku takut dia berfikir buruk tentang ku. hanya itu sih. tapi, ada seuntai kalimat yang menegarkan hati untuk bangkit lagi ketika pertemuan tadi. dia berkata bahwa "bukan Cinta namanya jika belum memasrahkan detik dan dukamu didera, Cinta adalah sepenuhnya tentang kerelaan".
Apakah itu petunjuk kecil bahwa aku harus tetap ada dipihak dia? Ceileh semacam tersemangat i tanpa sengaja. sejak saat iku aku kembali pulih walau dengan bayang memalukan .
Pertemuan ke-9 kali ini aku memilih diam.
intinya jangan negatif thinking dulu ke orang.harus selalu berfikir positif thinking gitu. ga boleh memikir kan yang bukan-bukan karna bisa menguras lemak akhirnya kurus tak berdaya. menggantungkan rasa cukup ke Allah. Karna kalo ke manusia entar malah baper sendiri.kasian, ga tinggi-tinggi entar. dan satu lagi JANGAN baperan. udah gitu aja ehehe
Ada lirik lagu jadul...
BalasHapus"Kalau terasa hampa pastikan itu saja ada cinta di sana"
Wah,baru tau bang day
BalasHapusSiappp
nemenin baper :)
BalasHapusJangan ikut baper tapi mas wong, gak enak ehege
HapusCeritanya bagus mbak, tapi cara penulisannya ampun deh. Habis titik, dispasi mbak. Habis koma juga spasi. Pokoknya sehabis tanda baca dispasi. Ganti paragraf, klik enter dua kali. Jangan nyambung semua gini. Bingung yang baca.
BalasHapusGaya bahasa bebas, gak baku gak papa. Yang penting tata tulisnya benar, jangan berantakan. Nanti bikin mata pembaca cepet lelah.
Sekedar saran aja.
waah iya mas Riza,terimakasih banyak saran dan kritik nya.ini sangat membantu sekali.nanti saya coba atur lagi.
HapusWeeehhh baper nih baperrr.. Duh, ku dah lama nggak merasakan gitu wjwjwj
BalasHapusyah mbak ella,aku aja barusan ngerasain baper. saking lamanya menjomblo ria wkwk
HapusMr. K nih ceilaah😆
BalasHapusSotau nih ceilaah..
HapusIngat, harus bersabar ya kak; ini ujian. Makan yang banyak juga dehhh