Kamis, 29 November 2018

Lara suka


Ketika awal bertatap
Aku jatuh
Aku terlebur
Terbias kata
Ternyata merah jambu.
Lalu aku berusaha
Sendiri
Berjuang,
Bergerak
Seiring waktu.
Kemudian selalu bertatap.
Akhirnya,
Bertahan
Percaya
Zona aman
Masih bertahan
Terus bertahan.

Tiba saat
Hampir menyerah
Mulai lelah
Bukan karnamu,
Tapi Mereka.
Mereka bercuat
Samar
Gentayangan
Aku Ketakutan
Terusik
Iya mereka.
Semakin lemah
Diam saja.
Ingin melangkah
Pulang,
Lalu hilang.
Bisa apa?
Bodoh memang.
Mungkin bak debu
Terhempas mudah.
Memikul malu
Sambil sembunyi
Mungkin juga lari.
Menunggu dikau,
Jika datang,
Membela.
Hanya kalau!
Mungkin aku aman
Ada bersama mu
Mungkin,
Nyatanya?
Ingin sirna
Ingin ditelan senja saja.
Aku semakin pilu
Pun rapuh.
Karna mereka
Iya mereka
Menguliti lembut
Harga
Diri ku.

Minggu, 25 November 2018

Kawah ijen TRIP (part 1)

assalamualaikum temen-temen.
Well, akhirnya
Pertama kali curhat tentang perjalanan, semoga nyambung deh. padahal sebenarnya lumayan banyak sih destenasi wisata yang sudah aku kunjungi. Cuma baru kepikiran aja buat ngeshare disini mungkin bisa sedikit bermanfaat.

Kawah/gunung ijen itu terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso.
Bener -bener satu tempat yang sangat memukau ternyata. Basically Indonesia punya uy. Bangga dong betapa indahnya negeri ini. Dengan kawah yang berwarna hijau tosca nya, berdekatan dengan gunung meranti yang kalau malam terlihat cahaya senter dari pendaki lain, dan kalau siang terlihat Puncak nya disertai awan-awan Indah. Sangat terpesona dengan segala keagungan Tuhan itu. Berasa pingin jebur ke awan yang udah kaya kapas hehe

Perjalanan dimulai hari sabtu selesai maghrib, pemberangkatan dari Jember kota sekitar pukul 18.30 wib dan sampai di lapangan start pendakian kawah ijen tepat di pukul 22.40 wib. Sesampainya disana langsung dirikan tenda yang uhh, ternyata ada kesalahan teknis sehingga tenda gagal berdiri hehe. Untung dibawah lampu.
Jadi dilapangan itu gunanya tempat parkir. Parkir tenda maupun kendaraan. Ada berbagai pengguna, Dari travel, mobil, motor, helikopter, sampai kapal selam juga ada. Eh yang dua terakhir itu becanda sih . Banyak yang mendirikan tenda sambil bebakar kayu untuk menghangatkan badan pastinya, karna bener-bener duingin huh.

Jadi persiapan yang wajib dipakai adalah =
1. Jacket
2. Celana (bukan jeans)
3. Kupluk (topi hangat)
4. Syal
5. Sarung tangan
6. Bajunya yang berkain hangat
7. Kaos kaki dobel
8. Sepatu (apapun yang penting nyaman)
9. Masker
10. Ransel biasa (biar bawanya nggak berat)

Kemudian yang wajib di bawa adalah =
1. Amunisi energi (makanan agak berat)
2. Air mineral
3. Jajanan ringan
4. P3k
5. Tongkat (dari kayu ya boleh si)
6. Tissu basah
7. Madu / pelembab bibir

Sekarang yang sunnah dibawa nih =
1. Kamera
2. Kaca mata
3. Selimut hehe

Itu saran dari aku yang serba kekurangan di persiapan nya menurut pengalaman kemarin. usahakan jangan terlalu berat bawa an nya, kemudian barang-barang itu nyaman di badan kita. karna perjalanan yang jauh itu nggak mudah.

Pendakian dimulai pukul 02.00 wib dini hari. "Biar dapet bluefire kudu berangkat jam segini" kata salah satu personil dari kami ber tujuh. Dimulai dengan sesi berdoa lalu sesi pendaftaran. Harganya inshaallah 12k, itu sudah sama parkir. Murah ya
Dengan bekal pribadi baju dobel, iket, jilbab pashmina di blibetin, jaket, kupluk, syal, kaos kaki, dan sepatu ternyata masih kerasa banget dingin nya. Apalagi ditambah hembusan-hembusan kasar si angin. Andai selimut itu nggak berat pasti ku bawa dong. Hum

Selama perjalanan, ternyata banyak sekali saudara-saudara saya disana, yak mereka adalah para bule . Kalah putih uh, tinggi apalagi. Tapi yaudahlah nggak papa, anggeb aja kami saudara terpisah. Hehe

Alhamdulillah track nya lumayan mudah. Sedikit lindai banyak nanjaknya wkwk. Malah rame lagi haduh. Perjuangan pendaki amatir kaya aku gini jalan 7 detik dah ngos-ngos an asli. Tapi tentunya wanita hebat selalu kuat dan tangguh! Tahan capek supaya sampai tujuan dengan tepat waktu. Eak

Sekitar 2km menyusuri malam, sambil dzikir dong. Banyak ngeluh nya juga sih tapi. Tetap semangat mencapai keindahan yang masih belum tau gimana entar disono. 2km itu kira-kira selama 3 jam lebih lah ya buat nyampe ke kawah nya. Sesekali berhenti untuk istirahat duduk manis sambil menyapa saudara-saudara bule.

Dah ah, masih capek jadi butuh istirahat panjang dulu wkwkwk
Sampe ketemu di blog selanjutnya. Babay
Assalamualaikum wr. Wb

Kamis, 01 November 2018

Delima Bakat

Hai halo
Masih di ambang kebingungan. berasa mencari debu dalam air. bingung antara kebenaran dan kenyataan. selamat bahagia loh ya jangan lupa.

oke mulai,

Ada suatu hal yang selalu aku tanyakan pada tuhan. karna terus berputar tak ada habisnya. sampai 19 tahun berdiri tegak di bumi ini masih belum mengerti BAKAT terindah yang aku punya. masih terus mencari tapi belum nongol-nongol yang dicari. huh

Mungkin temen-temen masih ada dong yang sampai sekarang belum tau apa sih sebongkah emas yang ada di diri kita, atau hanya aku ?

Sebelumnya nih, BAKAT menurut KBBI adalah " kepandaian, sifat, dan pembawaan yang dibawa sejak lahir."
makna nya jelas, kepandaian yang ada sejak lahir yang biasa dilakukan dan pastinya positif.

Aku cinta nyanyi nih, travelling, membaca dan sebagainya. Aku pun "bisa" sebagainya. bisa disini bukan diartikan pandai sih, tapi bisa hanya sebatasnya saja hehe. setidaknya kan aku mampu gitu loh. Aku suka gitu sama hal yang baru, baik bersifat serius maupun lelucon.

Terus gimana caranya menentukan bahwa aku berbakat dalam suatu hal?
masalahnya aku tidak pernah memfokuskan pada hal yang betul-betul aku cintai. apa ya? yang paling menonjol sih aku suka travelling. sama sekali nggak bisa dijadikan bakat dong wkwk. entar malah jadi gini pas ajang pencarian bakat. 
"perkenalkan nama saya Rica Sevtia Kusyaroh"
terus ditanya tuh sama si juri nya,
'baik Rica, apa dan tunjukkan bakat mu!'
lalu kujawab dengan lantang dong ya,
"jalan-jalan refreshing jur, travelling untuk menambah kesyukuran pada tuhan yang Maha esa dan menambah kecintaan pada Nya". sambil pasang wajah bahagia seperti ketika ceramah da'i cilik gitu. 
seketika sang juri langsung gelagepan nyuruh petugas untuk mengusir Rica dari ruangan. sadis kan

Bingung asli, pingin gitu kaya yang lain membanggakan bongkahan emas miliknya, sementara aku?
masih nggak tau sama sekali. kalau dilihat dari sifat pembawaan dari lahir sih aku terlahir sebagai juara kelas gitu wkwk. tapi entah sekarsng justru aku terlihat bodoh rasanya. apa yang perlu kubanggakan coba? pasti ada kan bakat terpendam setiap umat? hem muter-muter aja disini ngaak ada kelarnya.

Tapi sebentar, menurut pendapat ku sih berbakat itu bukan hanya perihal yang besar. dari hal kecil saja sepertinya sudah mampu dinyatakan dia berbakat dalam hal itu. nggak setuju nggak papa kok wkwk. Misal nih, berbakat bersih-bersih. sampe kinclong dan nggak ada debu yang nempel. jarang loh orang punya bakat semulia ini ya to?
terus berbakat menghibur. tentu ini sudah familiar. tapi juga nggak semua orang berbakat dalam menghibur orang lain dengan aliran joke-joke yang dibawa sejak lahir. hiyak hiyak

jadi tuh, jangan sampai menyepelekan bakat-bakat kecil yang mungkin bisa menambah ladang pahala dan bermanfaat untuk orang lain. coba aja cari bakat itu lalu kembangkan. betul kan ya?

Baik, untuk saat ini mungkin aku sudah menyimpulkan bakat terpendam seorang Rica, yakni "ketidak jelasan". nah, cukup jelas memang hidup yang penuh kesamaran ini menuntut ku menjadi orang yang tidak jelas. mungkin setelah ini aku akan mencoba mengembangkan bakat ketidak jelasan ku itu. hem
Semoga temen-temen lebih punya bakat yang lebih bermanfaat ya aamiin yarobbal alamin.sudah bye.


Kamis, 25 Oktober 2018

Rindu

Setiap detik
Pagi sampai kembali pagi
Detak selalu mengharap mu
Untuk ada
Untuk selalu menyatu
Hadir disetiap mimpi

Tak kan sirna
Cucur air mata pun begitu
Ah
Aku lelah merindu
Belum pupus andaiku
Tuk melihat senyum mu kala ku bangun

Tentang rindu
Tentang Cinta kasih
Yang tiada banding
Tiada henti pasti

Ku kejar masa depan
Kau kejar kehidupan
Ku rindu bahagia
Kau lelah ingin bersama

Bagaimana dengan merelakan
Tak bisa sungguh
Sudah berlama aku mendamba
Ingin jumpa setiap saat
Yang menumbuhkan mekaran indah
entahlah kapan

Lagi-lagi jarak
Lagi-lagi cita
Lagi-lagi cinta

Bersahabat sendiri
Berkelana sendiri

Sudahlah
Nafas rindu memang segalanya
Sudahlah
Kehendak akan selalu ku pasrah

Yah
Buk
Robb ku pasti sampaikan hikmah
Mengapa kita terpisah raga
Tenang saja
Jiwa akan mantap bersama doa

Tapi maaf
Rindu ini tak bercela

Sabtu, 20 Oktober 2018

Capek sendiri

Pernah dan ada nggak sih suatu ketika merasa putus asa gitu aja? capek dengan apa yang udah kita lakukan. Padahal udah berusaha untuk sampai dititik (lumayan) nyaman.
Perihal menerima keadaan dan ukuran mensyukuri nikmat, bukan menjadi diri sendiri.
Yes basically ada, itu aku yang saat ini.

Berusaha menjadi baik dimata orang lain pun berusaha menyamakan diri dengan yang lain. Wich is aku menjadi minoritas disitu. Dengan segala hormat dan patuh berusaha ku lakukan yang terbaik tentunya.
Untuk supaya selalu berada di titik tengah, Netral gitu lah. Dan, ternyata jin ifrit sudah menguasai relung hati ku nih, jadi tiba-tiba aku ngerasa sangat terbebani dengan sikap yang menuntut ku harus menjadi teladan, disemua mata. Padahal selalu kuingat bahwasannya, sesuatu yang dilandasi lillahita'ala pasti berbuah kenikmatan dan keindahan. Tapi uh, rupanya iblis sudah membisiki dengan kehalusan yang luar biasa.

Apa ya kira-kira penyebabnya?
Aku Cinta sekolah, aku Cinta anak-anak, tapi aku lebih Cinta kebebasan. Hiyak hiyak

Aku ingin banget menjadi diri ku sesungguhnya yang nggak punya malu berpendapat dan bertanya, yang nggak bisa diem karna lek wes cerita nyerocos persis anak baru akal baligh, yang membaur kemana-mana dan apa adanya.

Tapi entah deh, disini sungguh aku berbalik 180° hehe. Di ruang guru asli yang paling diem ya hanya aku. Nggak ngomong kalau nggak diajak ngomong saking malu dan takut salah. Untuk saat ini agak berkurang sih radar diem nya alhamdulillah. Cuma ketika pertama ngelamar kerja dan baru sampai 4 bulan kemudian aku mulai bisa sedikit berinteraksi tanpa nderedek dan terbata-bata. Karna lagi-lagi takut tidak sepaham maksud nya. Apa karna aku termuda ya? Hem

Terus yang paling stay di tempat ya aku. Beranjak dari kursi hanya saat ke kelas, kamar mandi, perpus dan kantin. Hinggap ke kursi lain sungguh sangat jarang sekali.

Dan lagi yang super berwajah g*bl*k ya siapa lagi kalau bukan aku? . Rapat misal. supaya nggak dimarahin, aku selalu memasang wajah antara melas, linglung, dan datar. Itu jurus andalan sih. Padahal di hati ingin berkobar, bertanya maupun membantah argumentasi dari pembicaranya.

Hal paling utama dalam benak adalah, biar nggak dimarahin. Udah itu aja.
Sadis coy kalau misal dimarahin itu. Satu orang tau bisa jadi satu lingkup orang akan tau juga. Sebenarnya nggak akan ada juga yang mau marah-marah in sih, tapi kan pasti " gossip-gossip" manjah nya yang tersebar cepat bagai virus anak kecil kalau lagi pilek.

Gimana ya?
Belum cukup umur kah aku menggeluti dunia perguruan gitu? Tapi kok sekolah lain ada juga pengajar yang se-tingkat malah lebih care sama senior nya. Apa yang salah dari diriku sebenarnya?

Capek, asli
Sama sekali nggak bebas. Berasa terkekang walaupun nggak ada yang ngekang. Berasa penat sendiri gitu.
Gatau lagi udah, semoga ini memang betul pengaruh jin ifrit, jadi semoga lekas menghilang dan sirna dari relung pikiran ini. Hem :)

Copyright © Rica Sevtia
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas