Rabu, 21 Agustus 2019

AMBIGU isasi

Serasa begitu rumit bak ilusi
ambigu tanpa tau dimana arah yang pasti
Berpatokan pada angan buram
tumpukan nya hanya berserak
Tanpa aba diapun terus meng-iba

Menolak sapa didalam temu
Yang itu rasanya teramat tabu
Padahal berambisi sampai sesak padahal butuh

hadir nya adalah bahagia
Mendengar nya adalah menjadi tenang
Menatap nya adalah hal biasa yang terlalu luar biasa

dia pun tau bagaimana ujarnya
Sengaja berpamit dengan sedikit berbisik
Sengaja acuh atau memang tidak ingin  peduli

Bayangan hati masih ber-jejak
Membekas cantik tapi sudah hampir usang
Rela di dera sepanjang jalan
Sampai lega cintanya berujung untuk siapa

Kamis, 08 Agustus 2019

Mulai usang?


Kak
Mendiang rasa ini masih saja tersimpan,
Sajak-sajak nya rapi walau tertumbuk asa.
pilu nya membeku.
terkadang sedikit rapuh.
Menjadi abu yg tampak lusuh.

redup nya pun nyata.
Sesaat sirna ditelan masa.
Bisa saja ini kedaluwarsa,
tapi kebajikan cinta ternyata tak bisa dusta.

angan nya belum padam kak,
bahkan meski berjalan sendirian menuju keburaman.
Kita belum seirama,
Atau tidak akan pernah seirama?.

jiwa egois nya bergejolak.
menikmati perih demi perih yang tak bersebab.
diam paling menyakitkan adalah siapa?
ilalang paling bodoh se antera adalah siapa?

Menjadi baper berkala kah dia?
Atau berpijak pada tempat yang salah?
atau juga hanya sekadar korban ketampanan nya ?

Jadi gimana?

Copyright © Rica Sevtia
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas