oke mulai
Menurut pribadi, Puncak kehusnudzon adalah dimana saat ketemu lelaki pinter sholih dikit udah, uh yaallah semoga dia jodoh ku kelak uh yaallah diakah jodoh yang kau kirimkan padaku? apakah aku tulang rusuk miliknya?
Literally itu seriusan hahaaha lebay amat uh
apa cuma aku si yang terlalu berhusnudzon gitu? Karna emang gini lo, bener - bener belum paham sama perasaan "Cinta yang sesungguhnya". Padahal ya september depan uda hampir kepala 2 . tapi entah kenapa aku masi bingung gitu ngelebelin ini namanya Cinta atau hanya sekedar suka. dari semua artikel tentang makna Cinta yang aku tangkep si gini "Cinta itu perasaan fitrah yang pasti ada di setiap insan, dan itu mendalam bukan setengah apalagi sementera" setuju kan ? Terus gimana membedakan nya coy? Cinta atau sekedar fans? Cinta yang pernah aku jalani dulu Cinta nya anak kecil, kekhilafan juga si itu wkwk. Cintanya anak SMA yang hanya untuk pengisi hari - hari aja soalnya. bukan Cinta yang bertujuan untuk pelaminan bukan. nah kalau timbulnya kenapa dibilang Cinta kan karna mesti ada kalimat - kalimat berbau romance gitu toh, padahal aku yakin banget letak cinta sejatinya bukan hanya di kalimat tapi di sebuah perbuatan. Lah sekarang gini, jarang ada perempuan yang enggak ngerasa insomnia kalau ketemu lelaki yang masuk kriteria idaman nya, pasti si perempuan berbuat apapun untuk ngorek berita tentang si lelaki tadi sampai akar sekalipun. Itu bisa nggak dinamakan cinta karna perbuatan? Ada sebuah usaha disitu. Terus jika berbuat hal yang sama ke artis - artis papan atas ya kali masa cinta nya banyak amat. masa masi dibilang Cinta karna usaha? Bingung kan ya
Semua pembahasan diatas adalah suatu kebimbangan seorang aku yang masi belum tau menau tentang hakikat si cinta. Yang aku pernah denger juga, jodoh itu bukan kita menunggu tapi kita ikhtiar mencoba mencari yang sampai sekarang aku belum tau gimana caranya duh, cinta atau fans memang sulit menafsirkan nya mungkin dari tahan lama kah rasa kedua nya tersebut atau mungkin dengan kesungguhan rasa itu tadi melekat pada kita yang mempengaruhi segala perbuatan kita untuk terus berdoa meminta petunjuk terbaik apakah dia jodoh kita kelak. Jadi intinya jangan terlalu husnudzon seperti aku ! percaya , itu hanya buang waktu untuk berfikir dan berharap tanpa kepastian yang jelas.sekedar suka saja sebenarnya cukup untuk usia - usia segini. bukan mengumbar kecinta an dengan meletakan tidak pada tempatnya. kalau sudah waktunya pasti sang jodoh datang tak terlambat . fokus ke hal yang lebih penting untuk masa depan cerah nanti. Dan... Selalu memperbaiki diri demi mendapat jodoh yang baik pula. Keep calm ya
masih ada waktu menjeang kepala dua.. berjuang untuk matang.. dan bedakan antara cinta dan nafsu.. :D
BalasHapusSiapp ,haturnuwun
Hapus