Sabtu, 31 Mei 2025

Sudah yang ke-4

 Happy anniversary ke 4 cintakuu


Timaaci karena slalu berusaha buat aku bahagia. Selalu suport setiap kegiatan organisasi, kerjaan, dan liburan ku. Sampe saat ini udah ngga bisa dihitung kebahagiaan yang kita rasain. Banyak moment yang sama-sama kita lewati yaa.

Dari aku yang masih anggota di Ormawa sampe ketua lalu alumni. Sambil masuk ke salah satu komunitas di Lumajang dengan rintangan-rintangan nya. Dari liburan ke Jogja, bandung, banyuwangi, bali, nganjuk, situbondo, dan masih banyak lagi. Dari sebelum sampe sesudah covid. 

Juga kamu, yang dari ngga ada model rambut sampe ke gondrong lalu pendek lagi dan sampe sekarang. Dari pembuat minum, koki, lalu manajer di tempat kerja. 

Dari yang belum pernah mudik selama 7th sampe udah bolak-balik indo 3x. Dari ikut trip ini itu berulang kali. Dan maaasih banyak lagi momen yang udah kita bagi satu sama lain. Bener-bener full suport garis keras pokoknya, ya.

Dari kamu aku belajar kalo sederhana itu mudah dan bersyukur itu indah. Ternyata ada lelaki yang tutur dan perilakunya super lembut. Sangat ramah dengan tetanggaa, suka banget nyapa orang, punya tanggung jawab tinggi dan suka berbagi. Aku juga jadi tau, klo bakso putihan itu enak hehe. 

Aku salut banget kamu banyak berbenah. Dari yang super ngga jelas, ngga peka, pelit, boros, tidak peduli diri sendiri at least jauh dari harapan ku dulu. Sampe akhirnya kmu bisa jadi laki-laki yang "wah, kok bisa ada yg sia-siain orang ini" pikirku. 

Pelan-pelan kamu hilangkan ke-redflag an itu. Sementara sekarang, malah melebihi batas wajar. Misal, semakin lama pikiran kita mudah connect meski belum terucap, belum ngode tapi udah kekode dan banyak hal yang kebetulan menjadi sama. Good job sayang, ini ngga mudah. Kamu melewati hal yg cukup sulit untuk sampai dititik ini, akupun juga. 

Sampai akhirnya kita saling menemukan. Saling mengisi, memberi, mewarnai, mengasihi dan masih banyak kata saling (positif) dalam hubungan kita.

Ini bukan akhir, tapi kita akan terus tumbuh berkembang menjadi sahabat hidup selama-lama-lama-lamanya.

Tulisan ini awalnya direncanakan terbit ketika anniversary ke 4 bulat maret kemarin, tapi yaudahlah. Nggak papa sedikit terlambat dari pada tidak sama sekali. Hehe

Happy anniv ke 4 bixbyy, membara terus ya cintanya.


Kamis, 15 Februari 2024

Sebenarnya, kebetulan

Halo semua, sudah lama tidak berbagi cerita. Rasanya banyak hal yang harusnya tertulis tapi tidak sempat tersampaikan disini. Kalau mau ditarik ulur juga udah terlanjur expired hehe. Dan juga masih jadi penulis yang moody-an. Untung-untungan ini mau nulis lagi setelah sekian lamanya. Mumpung sedang sempat jadilah tulisan ini. Sedikit cerita tentang aku dan doi. Jyakhhh wkwkwk Just for memories aja deh yaaaa.. happy reading!

Hemm, cerita dimulai dari flashback dulu nggasih.  Gimana kami (aku dan doi) meniti kisah sedari duduk dibangku SMA. Selalu ada serba kebetulan diantara kami. Semoga menarik untuk dibaca. Hehe. Oke mulai.

2016 kira-kira awal kami bertemu. Kami berbeda sekolah tapi masih dalam satu naungan gituu. Karena kebetulan berasal dari Provinsi yang sama akhirnya kami dipertemukan. Satu organisasi daerah lebih tepatnya. Just say hai aja sih dulu itu. Tpi karena dia cogan daripada yg lain menurut kacamata ku ditahun itu gimana ngga naksir kaan, haha. Apalagi dulu, aku berteman dengan teman-teman yang enggak malu-an alias malu-malu in dan suka berteman dengan semua. Akhirnya sok akrab dan sering nyapa lah kitaa. Tapi ya hanya sebatas CaPer sih. Aku nya cuma sering godain tapi ternyata doi malah baper. Malah katanya, dia ngga berani ngungkapin karena tau akunya udah punya pacar. Ini masih kelas XI an udah pacar-pacaran, gimana ini. Wkwk (Tapi doi belum nyoba bilang udah patah duluan gys) haha. Jadi ya ujung-ujungnya aku sama yang lain, dia juga sama yang lain. 

By the way, masa SMA kami berbeda loh. Ibaratnya, Masa putih abu-abu aku lebih berwarana ketimbang doi yang cuma hitam putih. Aku lebih punya banyak kenangan seru bareng temen-temen sementara dia sangat membosankan. Dia siswa teladan karena terkenal dengan 'Tukang terpal' nya. Sementara aku siswi ter-kontroversi karena terkenal dengan 'Geng Kapak' nya. Intinya dia masih dijalan yang lurus dan aku sudah lumayan tersesat. Hahahaha. Perbedaan itu yang kebetulan menjadi penghubung kami.

Nah ketika lulus, kami bener-bener lost contact gys. Dia dengan kehidupan baru di negeri orang sedang aku menjalani hidup setelah lulus dengan pertualangan. Dia dengan kisahnya, akupun juga. Hanya saja, kisahku lebih beragam. Banyak pengalaman masa lalu(mantan) yang udah aku jadikan pelajaran. Sementara dia, tidak. Ibarat aku punya tujuh dan dia tiga. "Ngga ada yang berkesan lawong ldr an, pernah lama tapi banyak sakitnya. ditambah ngga pernah ketemu ngga pernah ngapa-ngapain" katanya. Wkwk parahsi. 

Singkat cerita, ditahun 2020 an kami sempat ngobrol sebentar melalui Whatsapp teman kami. Kebetulan temen aku ya temen dia juga. Hanya hitungan detik kok, nggak lama. Dan yaa hanya sekali itu. Hanya tanya kabar dan sekadar basa-basi busuk aja. 

Sampai akhirnya ditahun 2021, doi memberanikan diri untuk mengawali percakapan kembali.

Ya, cerita sebenarnya baru dimulai hehehe.

Bersambung...

Senin, 20 November 2023

Rumitkah?

Arus sungai yang tenang

Disertai hembus angin yang menggoyangkan daun pelan-pelan

Sambil kuteguk kopi susu dengan sedikit busa dan choco chip diatasnya


Malam ini terasa sedikit sesak

Banyak hal yg ternyata mendesak


Waktu berjalan seperti biasanya

Jalanan ramai seperti biasanya

Terus berjalan walau banyak jiwa yang sedang ingin berhenti sejenak karena gelagapan 


Diserang sana

Diserang sini


Dipaksa ini

Dipaksa itu


Menjadi mekar kok ya serumit ini, Tuhan?





Minggu, 19 November 2023

Kamu

Setiap detik penuh harap

Berperang dalam kebisingan

Berdiri sendirian dengan gemuruh

Menyelami pikir yg sudah meletup-letup

 

Lelah

Takut

Rindu

Semua jadi satu, kan?


Lalu kamu mulai melangkah pelan.

Dan sesekali mencoba untuk berlari

Sambil terus berbisik

"Semoga aku bisa ya!"


Peluk jauh, Sayang.


Selasa, 08 Agustus 2023

Kisah Tiga Permata

Bermula dari dua,

Menjadi tiga.

Bersinar nan berkilau bersama.

Tapi ternyata terkikis.
Bukan lagi menjadi tiga.
Ada yang satu,
Ada yang dua.
Terbelah akhirnya.

Atau bahkan sebenarnya bukan tiga.
Sejak awal memang sudah terpisah.
Sejak awal yang satu tidak pernah dianggap ada.
Sejak awal yang satu tidak diharapkan.
Hei, kemana saja?
Kenapa tidak menyadarinya?

Kalau sudah begini, bagaimana?
Cukup perih.
Cukup berfikir.
Cukup malu juga ternyata.

Tapi,

"Tidak mengapa"
"Memang yang satu tidak begitu bersinar terang"
"Hanya yang satu butuh teman untuk tetap tidak padam"
Katanya.

Copyright © Rica Sevtia
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas