Kamis, 25 Oktober 2018

Rindu

Setiap detik
Pagi sampai kembali pagi
Detak selalu mengharap mu
Untuk ada
Untuk selalu menyatu
Hadir disetiap mimpi

Tak kan sirna
Cucur air mata pun begitu
Ah
Aku lelah merindu
Belum pupus andaiku
Tuk melihat senyum mu kala ku bangun

Tentang rindu
Tentang Cinta kasih
Yang tiada banding
Tiada henti pasti

Ku kejar masa depan
Kau kejar kehidupan
Ku rindu bahagia
Kau lelah ingin bersama

Bagaimana dengan merelakan
Tak bisa sungguh
Sudah berlama aku mendamba
Ingin jumpa setiap saat
Yang menumbuhkan mekaran indah
entahlah kapan

Lagi-lagi jarak
Lagi-lagi cita
Lagi-lagi cinta

Bersahabat sendiri
Berkelana sendiri

Sudahlah
Nafas rindu memang segalanya
Sudahlah
Kehendak akan selalu ku pasrah

Yah
Buk
Robb ku pasti sampaikan hikmah
Mengapa kita terpisah raga
Tenang saja
Jiwa akan mantap bersama doa

Tapi maaf
Rindu ini tak bercela

Sabtu, 20 Oktober 2018

Capek sendiri

Pernah dan ada nggak sih suatu ketika merasa putus asa gitu aja? capek dengan apa yang udah kita lakukan. Padahal udah berusaha untuk sampai dititik (lumayan) nyaman.
Perihal menerima keadaan dan ukuran mensyukuri nikmat, bukan menjadi diri sendiri.
Yes basically ada, itu aku yang saat ini.

Berusaha menjadi baik dimata orang lain pun berusaha menyamakan diri dengan yang lain. Wich is aku menjadi minoritas disitu. Dengan segala hormat dan patuh berusaha ku lakukan yang terbaik tentunya.
Untuk supaya selalu berada di titik tengah, Netral gitu lah. Dan, ternyata jin ifrit sudah menguasai relung hati ku nih, jadi tiba-tiba aku ngerasa sangat terbebani dengan sikap yang menuntut ku harus menjadi teladan, disemua mata. Padahal selalu kuingat bahwasannya, sesuatu yang dilandasi lillahita'ala pasti berbuah kenikmatan dan keindahan. Tapi uh, rupanya iblis sudah membisiki dengan kehalusan yang luar biasa.

Apa ya kira-kira penyebabnya?
Aku Cinta sekolah, aku Cinta anak-anak, tapi aku lebih Cinta kebebasan. Hiyak hiyak

Aku ingin banget menjadi diri ku sesungguhnya yang nggak punya malu berpendapat dan bertanya, yang nggak bisa diem karna lek wes cerita nyerocos persis anak baru akal baligh, yang membaur kemana-mana dan apa adanya.

Tapi entah deh, disini sungguh aku berbalik 180° hehe. Di ruang guru asli yang paling diem ya hanya aku. Nggak ngomong kalau nggak diajak ngomong saking malu dan takut salah. Untuk saat ini agak berkurang sih radar diem nya alhamdulillah. Cuma ketika pertama ngelamar kerja dan baru sampai 4 bulan kemudian aku mulai bisa sedikit berinteraksi tanpa nderedek dan terbata-bata. Karna lagi-lagi takut tidak sepaham maksud nya. Apa karna aku termuda ya? Hem

Terus yang paling stay di tempat ya aku. Beranjak dari kursi hanya saat ke kelas, kamar mandi, perpus dan kantin. Hinggap ke kursi lain sungguh sangat jarang sekali.

Dan lagi yang super berwajah g*bl*k ya siapa lagi kalau bukan aku? . Rapat misal. supaya nggak dimarahin, aku selalu memasang wajah antara melas, linglung, dan datar. Itu jurus andalan sih. Padahal di hati ingin berkobar, bertanya maupun membantah argumentasi dari pembicaranya.

Hal paling utama dalam benak adalah, biar nggak dimarahin. Udah itu aja.
Sadis coy kalau misal dimarahin itu. Satu orang tau bisa jadi satu lingkup orang akan tau juga. Sebenarnya nggak akan ada juga yang mau marah-marah in sih, tapi kan pasti " gossip-gossip" manjah nya yang tersebar cepat bagai virus anak kecil kalau lagi pilek.

Gimana ya?
Belum cukup umur kah aku menggeluti dunia perguruan gitu? Tapi kok sekolah lain ada juga pengajar yang se-tingkat malah lebih care sama senior nya. Apa yang salah dari diriku sebenarnya?

Capek, asli
Sama sekali nggak bebas. Berasa terkekang walaupun nggak ada yang ngekang. Berasa penat sendiri gitu.
Gatau lagi udah, semoga ini memang betul pengaruh jin ifrit, jadi semoga lekas menghilang dan sirna dari relung pikiran ini. Hem :)

Kamis, 04 Oktober 2018

Salam Cinta Anak

Selalu bersama bukan ngarang nya rica. Membahas segala kisah yang tentunya fakta. No bohong-bohong club ehehe.

Anak-anak.
Sosok yang selalu punya ke menarik kan, Sebab Ada saja tingkah menggemaskan nya, tingkah dibalik awet muda nya guru-guru diseluruh jagat Raya.

Sejak 16 bulan lalu aku sudah menggeluti dunia ke anak-anak an. Jadi benar-benar kecanduan dan selalu dibuat speechless dengan kelakuan mereka. "Oh pantesan, rata-rata guru itu awet muda. Karna ya mereka enjoy dan bahagia selalu bersama anak-anak ".kataku kala itu.

Setiap anak pasti berbeda. Kemampuan dan pola didik dari keluarga pula tentu berbeda.
Ada yang hiperaktif, super hoby keliling (maklum,akunya juga gini hehe), jail sana-sini, suka marah saat di colek sedikit sama yang lain, pingin menang sendiri, sensitif dll.
Pun ada yang ramah, seneng cerita panjang x lebar x tinggi, masih suka manja-manja an, anggun, diem ga banyak omong (berbanding jauh sama aku wkwk) dll.

Harus kita apresiasi tingkah laku anak yang mengarah pada kebaikan. Tidak membantah misal. Pun juga selalu mengingatkan pada tingkah yang dapat merugikan teman nya. Dengan halus dan konsekuensi yang mudah diterima.
Tidak ada anak nakal ataupun bandel.
Kata pak miftahul Jinan pengarang buku tentang pendidikan anak adalah anak nakal itu bukan dilahirkan tetapi diciptakan.
Label buruk jangan sampai kita salurkan ke anak-anak. Alquran sudah menjelaskan di surat al hujurat:11 bahwa ada larangan memanggil dengan julukan yang buruk. Belajar untuk tidak melabeli anak sembarangan. Assiyaapp

Kewajaran dong ya, sama sekali aku sangat terbantu dengan perbedaan sifat setiap anak. Yang kalau lagi bad mood terus jumpa anak-anak dengan tingkah gemesin nya nih, selalu mendadak jadi terbahagia sedunia akhirat. Coba aja bayangin, lagi pelajaran, lah kok bisa-bisa nya dia ngumpet bawah meja. Apa coba yang lagi dipikirin si dia ? Jangan kan pelajaran, kemarin waktu ujian tengah semester hari pertama udah gak ngumpet lagi, tapi tiduran di bawah kursi. Suntuk mungkin ya. Tau jawabannya tapi nulisnya ga bisa. Hehe maklum kelas satu.

Selalu begitu, ada saja tingkah yang diluar dugaan. Ternyata anak-anak bisa ya berlaku seperti itu. Betapa bahagia nya mereka ketika mendapat kesempatan untuk merealisasikan hajat nya. Seneng cari perhatian, oke ditegur langsung membaik, tapi 5 detik kemudian sudah hinggab ke tempat lain.

Dulu sempat sama sekali tidak ada niat an untuk suka sama anak-anak. Tapi setelah merasakan luarbiasa nya nikmat bahagia lahir batin dari anak-anak, rasanya tidak ada niat an untuk pergi dari kehidupan mereka. sudah berada di zona nyoman sih. Wih so sweet kan diriku.

Jangan anggab anak kecil itu memalukan. Justru mereka lebih membawa kita ke alam bawah sadar kalau sudah masuk ke dunia nya. Hingga lupa dengan tugas rumah, gagal move on, jomblo, ditinggal rabi, bertepuk sebelah tangan, Cinta diam dan sebagainya. Hehe

Semoga bisa menggugah hati supaya menyempatkan waktu bermain dengan anak-anak yaa. Anak-anak itu membahagiakan kok. Salam Cinta peduli anak-anak .woyooo

Sabtu, 29 September 2018

Cerita Pemilih Tangguh

Alhamdulillah dong masih diberi kekuatan akal dan fikiran sehat hari ini. Bukan hanya akal fikiran sih, lahir batin juga masih utuh toh? Alhamdulillah kalo gitu, jadi bisa menikmati isi hati rica yang mulai alay ini. Let's go!

Jumat,28 september 2018
  Setelah menginjakkan kaki di bumi Sidoarjo untuk temu kangen keluarga kemarin, sekarang waktu nya kembali ke habitat karna besok (sabtu) ada agenda di sekolah yang diadakan sewulan sekali. Mentari sudah berada di tempat paling ganas. "Berasa terbakar mashaallah" ku bergumam di tempat terdepan sebuah bis kota menuju Lumajang.

  30 menit perjalanan, ku mendapat kabar yang betul-betul aku tersentak dari kegelisahan akhir pekan ini sebab bentrok dengan agenda di sekolah sabtu esok. Suatu Hal yang mungkin berpengaruh besar. Karna sungguh rumit sampai melibatkan arahan dari banyak pandangan.
"Dateng enggak ya ke wisuda nya? ".
"Setelah dapet ridlho dari dia kayak nya lebih aman buat kesana,menghindari anggaban 'tamu tak diundang' ".
"Di sekolah gimana ya,harus pilih satu nih".
"Duh, takut kecewa setelah mengorban kan salah satu nya".
Okeh setelah nyampe rumah, istirahat maksimal dulu, menenangkan pikiran dulu dan berdoa untuk diberi petunjuk sama Allah.

Sabtu, 29 september 2018
Fix, pasang alarm pukul 04.00 dan prepare berangkat hijrah lagi dari Lumajang kota pisang ke Malang kota wisata. tepat jam 05.30 datang si bis untuk siap menyusuri jalanan ramai di pagi hari.
Kuputuskan untuk datang di hari penting setiap umat, yaitu wisuda. Dengan keyakinan dan kepasrahan apakah nanti dipertemukan atau engga. Ku urus segala perizinan ke sekolah dan berusaha meyakinkan kan kalau itu alasan penting, pun berusaha meyakinkan diri agar tidak izin lagi esok hari kecuali sakit. Yah, namanya juga sudah berdoa lama agar bisa hadir, masa setelah ada kesempatan tapi diabaikan. Dengan segala resiko apapun inshaallah aku akan terima dengan lapang Lillah. Takut dinilai mempermainkan Tuhan intinya. Berharapnya cuma satu "semoga engkau selalu beri kemudahan dan kekuatan untuk ku yarobb" .gitu

Perjalanan yang lumayan melelahkan sebab macet tiada tara. Tapi lagi-lagi itu terhempas karna keinginan yang kuat untuk hadir disana. Sampai pukul 10.33 sudah ku injakan kaki ini di perbumian Malang. Dengan segenap persiapan yang (sebenernya) belum matang tapi keburu dikejar waktu takut acaranya sudah kelar.

Dear wisuda dio,
Bucket yang seadanya karna ga sempet pesan 'lah wong niat nya batal datang e'. kartu ucapan yang nulis nya gemeteran takut ilfiel baca tulisan ku bak dokter jaman now, jadi diwakilkan temen ditambah emot-emot asal yang,"ah.... Wedi ngisin-ngisin i yuuunggg" protesku. walau tak digubris oleh nya .

Setelah melalui drama panjang, tiba waktunya mencari sasaran. DM ig not responding. walau padahal sudah punya Wathsapp nya dia sih,maklum cuma nyimpen nomer dan pantengin photo profile nya. Terjadilah drama sepanjang sungai musi milik palembang. Sebab kegelisahan si temen lama tak ada respon dari dio.
...............
Enter
Aaaaah, terkirim sudah chat memalukan "dio, aku di lokasi. pean dimana?"
Duhh, gelisahhh, takut segala macam.
Nah baru sedetik terkirim, datang Dm ig dari dia . "ya allah yung, iki dibalessss, lek gitu ngapain kita ngirim via Wathsaap !!!!" hemm, terlanjur sudah. yaudah mau gimana lagi. Tapi untungnya fast respon dia. Tanpa basa-basi dia segera menjawab. Tak peduli aku dapet nomer dia dari mana. Dag dig dug gak karuan sudah, tertahan takut dan malu wkwk.
Sampai di kampus yang elit, dipenuhi pendamping wisuda super kece-kece. Ramai sekali. Akhirnya bertemulah kami.
"Makasih ya udah datang" sambutnya.
Seperti biasa aku berjingkrak-jingkrak ria dalam hati. "Alhamdulillah yaallah akhirnya bisa jumpa. Sungguh tak kusangka mashaallah" .
Tapi Sepertinya dia sedang buru-buru karna banyak sekali teman karib nya yang hadir sampai dibuatkan nya banner khusus buat dia. Sempat berbincang dan berfoto sebentar juga.
Sebenarnya bertemu dari kejauhan saja sudah bahagia sekali rasanya. Apalagi bisa memberi sedikit kenangan (yang mungkin tak penting buat dia) sudah kebahagiaan tersendiri bagi ku ditambah foto bareng yang itu sebagai bukti bahwa ingin ku abadikan moment ini.

Setelah dirasa cukup, tak lupa, terus kuucap syukur dan istighfar dalam hati mengingat sudah kucapai harap  sebagai tombak tanya.
"Jika ku tak bertemu dengan nya saat wisuda itu, berarti petunjuk agar aku merelakan untuk berhenti berjuang. dan memilih habitat asal 'seperti yang di nginkan sang ibu' Tapi jikalau bertemu, aku akan terus menjadi pejuang diam dipihak dia dan terus mengabdi untuk tugas negara yang sedang aku tekuni."doa kala itu.

Namun,ada sedikit problem di akhir pertemuan. karna kesalahan ku yang membuat dia bersalah dimataku. Aku ga kepikiran buat ngeshare disini sih. Cuma sore itu (kembalinya aku dari kampus dia) kumerasa mellow uda kayak anak bayi.

Ahad, 30 september 2018
Waktu begitu cepat, ahad pagi kuharus sudah menghirup udara Lumajang lagi. Sudah lelah dengan bau semerbak bis yang memusingkan huh. Akhirnya pesen tiket kereta lah kok salah tujuan, saking gak karuan nya hati entah saking banyak nya pikiran berasa hampir ambyaarr. Hahaha. Ga di ridhoi naik kereta, jadinya naik bis lagi deh. Yaudah alhamdulillah cerita selesai sampe disitu. Which is, ini masih di bis soalnya.

Tangguh sekali kan saya?
Berharap banyak orang disana yang juga punya tekat dan keberanian yang cukup besar untuk menggapai hal baik dengan pilihan-pilihan yang tepat pastinya.

HAPPY GRADUATION DIO,
Btw ini jumpa yang kesepuluh ya kak.
mugi tansah manfaat lan barokah ilmu saking Allah. Sepuntene ingkang kuwatah saking kulonipun.
Sampun sampunnn.

Sabtu, 22 September 2018

Siulan tentang mu



Dio,
bagai awan bertemu langit biru
cerah dan menawan sekali.
Aku bahagia mengagumi mu
menyebutmu dikala sengganggku
kala waktu istimewa ku bersama Tuhan

sungguh tak pernah kubosan
melihat nama mu di papan pinggir jalan saja sudah sangat teduh rasanya
apalagi mengucap senandung tentang mu
ah,betapa gemirlangnya sang hati berkata

Ku jadikan kau semangat
penguat disaat lemah
penyejuk disaat gundah
pengingat disaat ku lengah.

Aku mencintaimu dio,
ikhlas aku memendam diterpa angin
membiarkan waktu dan pundak ku terdera
Aku pun rela kak.

Dalam Doa ku panjatkan
merayu Tuhan agar ridho diturunkan
dengan temu.

Ssetiap pandang mu
tutur katamu
kerendahan hati mu
ta'dhim mu
Aku yakin banyak yang menyukai mu
tapi aku lebih dari itu
lebih dari itu
lebih dari itu
lebih dari pujangga sang pecandu.

Tenang,
tak usah merasa diberatkan dan diharapkan oleh ku
Aku tak se-memaksa itu
Aku tau apa yang harus ku lakukak sejak 4-bulan lalu
hanya kepada Tuhan aku berharap
menggantungkan segalanya
merayu sekuat tenaga
membujuk mesrah pula

Sampai waktu tiba
sampai petunjuk datang

Apakah Aku dan Kamu akan menjadi kita?

Copyright © Rica Sevtia
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas