Welcome untuk saya yang akhirnya menulis lagi. Karena jujur, sebenarnya saya menulis hanya jika benar-benar merasakan sehingga tulisan dan rasa itu nyambung, gitu. Entah apa yang terjadi dengan hati ini yang begitu hambar sejak saya memutuskan untuk berhenti, stop memikirkan dio yang jauh dari ekspetasi. Dhuaar
Tapi gini, bukan melulu tentang Dio. Saya masih terus berproses menuju kedewasaan, untuk lebih bersabar dengan mencoba sedikit tidak berharap apapun yang bukan kuasa saya.
Jujur lagi, cinta itu ternyata memang saaaaangat berpengaruh bagi kehidupan saya. Secara umum sih, mencakup untuk orang-orang disekeliling saya. Keluarga, sepupu-sepupu, anak didik , sampai akhirnya si "kekasih". eit, masih Dio deng. hitam putih jika tidak ada setitik cinta didalamnya.
Tepat 380 hari sejak saya bertemu dengan kamu Dio, doa ku sejak dulu hanya "semoga Tuhan memberi kesempatan untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya". Ternyata sampai hari ini sedikit banyak kita berjumpa, baik sengaja atau tidak. Dulu saya berada di fase itu bukan kebetulan, pasti ada campur tangan Tuhan. Tapi semakin jauh sampai akhirnya saya menganggap mungkin itu hanya kebetulan. Yasudah lah. Akan saya serahkan segalanya pada Tuhan.
Ramadhan tahun ini banyak berbeda dengan tahun lalu by the way. Tahun ini saya sangat disibukkan dengan kegiatan nganggur di rumah. Tepatnya karena "drop" sampai hampir sepekan. Huh
Untung nya tidak menggebu memikirkan hal yang tidak semestinya. Tetap berusaha posthink ke semuanya. Termasuk kepada Tuhan yang memberi nikmat berupa sakit. Benar-benar diluar sana banyak orang yang merasakan sakit justru terlihat bahagia dengan rasa yang didera nya.
Jadi itu yang membuat saya selalu berusaha menerima taqdir dengan selapang-lapang nya.
Takdir apapun!
Bukan hanya tentang keadaan,tapi juga perasaan. Semua sudah ter-atur. Tinggal bagaimana diri kita menyambut nya dengan Legawa bahkan dengan suka cita.
Tapi gini, bukan melulu tentang Dio. Saya masih terus berproses menuju kedewasaan, untuk lebih bersabar dengan mencoba sedikit tidak berharap apapun yang bukan kuasa saya.
Jujur lagi, cinta itu ternyata memang saaaaangat berpengaruh bagi kehidupan saya. Secara umum sih, mencakup untuk orang-orang disekeliling saya. Keluarga, sepupu-sepupu, anak didik , sampai akhirnya si "kekasih". eit, masih Dio deng. hitam putih jika tidak ada setitik cinta didalamnya.
Tepat 380 hari sejak saya bertemu dengan kamu Dio, doa ku sejak dulu hanya "semoga Tuhan memberi kesempatan untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya". Ternyata sampai hari ini sedikit banyak kita berjumpa, baik sengaja atau tidak. Dulu saya berada di fase itu bukan kebetulan, pasti ada campur tangan Tuhan. Tapi semakin jauh sampai akhirnya saya menganggap mungkin itu hanya kebetulan. Yasudah lah. Akan saya serahkan segalanya pada Tuhan.
Ramadhan tahun ini banyak berbeda dengan tahun lalu by the way. Tahun ini saya sangat disibukkan dengan kegiatan nganggur di rumah. Tepatnya karena "drop" sampai hampir sepekan. Huh
Untung nya tidak menggebu memikirkan hal yang tidak semestinya. Tetap berusaha posthink ke semuanya. Termasuk kepada Tuhan yang memberi nikmat berupa sakit. Benar-benar diluar sana banyak orang yang merasakan sakit justru terlihat bahagia dengan rasa yang didera nya.
Jadi itu yang membuat saya selalu berusaha menerima taqdir dengan selapang-lapang nya.
Takdir apapun!
Bukan hanya tentang keadaan,tapi juga perasaan. Semua sudah ter-atur. Tinggal bagaimana diri kita menyambut nya dengan Legawa bahkan dengan suka cita.