Alhamdulillah dong masih diberi kekuatan akal dan fikiran sehat hari ini. Bukan hanya akal fikiran sih, lahir batin juga masih utuh toh? Alhamdulillah kalo gitu, jadi bisa menikmati isi hati rica yang mulai alay ini. Let's go!
Jumat,28 september 2018
Setelah menginjakkan kaki di bumi Sidoarjo untuk temu kangen keluarga kemarin, sekarang waktu nya kembali ke habitat karna besok (sabtu) ada agenda di sekolah yang diadakan sewulan sekali. Mentari sudah berada di tempat paling ganas. "Berasa terbakar mashaallah" ku bergumam di tempat terdepan sebuah bis kota menuju Lumajang.
30 menit perjalanan, ku mendapat kabar yang betul-betul aku tersentak dari kegelisahan akhir pekan ini sebab bentrok dengan agenda di sekolah sabtu esok. Suatu Hal yang mungkin berpengaruh besar. Karna sungguh rumit sampai melibatkan arahan dari banyak pandangan.
"Dateng enggak ya ke wisuda nya? ".
"Setelah dapet ridlho dari dia kayak nya lebih aman buat kesana,menghindari anggaban 'tamu tak diundang' ".
"Di sekolah gimana ya,harus pilih satu nih".
"Duh, takut kecewa setelah mengorban kan salah satu nya".
Okeh setelah nyampe rumah, istirahat maksimal dulu, menenangkan pikiran dulu dan berdoa untuk diberi petunjuk sama Allah.
Sabtu, 29 september 2018
Fix, pasang alarm pukul 04.00 dan prepare berangkat hijrah lagi dari Lumajang kota pisang ke Malang kota wisata. tepat jam 05.30 datang si bis untuk siap menyusuri jalanan ramai di pagi hari.
Kuputuskan untuk datang di hari penting setiap umat, yaitu wisuda. Dengan keyakinan dan kepasrahan apakah nanti dipertemukan atau engga. Ku urus segala perizinan ke sekolah dan berusaha meyakinkan kan kalau itu alasan penting, pun berusaha meyakinkan diri agar tidak izin lagi esok hari kecuali sakit. Yah, namanya juga sudah berdoa lama agar bisa hadir, masa setelah ada kesempatan tapi diabaikan. Dengan segala resiko apapun inshaallah aku akan terima dengan lapang Lillah. Takut dinilai mempermainkan Tuhan intinya. Berharapnya cuma satu "semoga engkau selalu beri kemudahan dan kekuatan untuk ku yarobb" .gitu
Perjalanan yang lumayan melelahkan sebab macet tiada tara. Tapi lagi-lagi itu terhempas karna keinginan yang kuat untuk hadir disana. Sampai pukul 10.33 sudah ku injakan kaki ini di perbumian Malang. Dengan segenap persiapan yang (sebenernya) belum matang tapi keburu dikejar waktu takut acaranya sudah kelar.
Dear wisuda dio,
Bucket yang seadanya karna ga sempet pesan 'lah wong niat nya batal datang e'. kartu ucapan yang nulis nya gemeteran takut ilfiel baca tulisan ku bak dokter jaman now, jadi diwakilkan temen ditambah emot-emot asal yang,"ah.... Wedi ngisin-ngisin i yuuunggg" protesku. walau tak digubris oleh nya .
Setelah melalui drama panjang, tiba waktunya mencari sasaran. DM ig not responding. walau padahal sudah punya Wathsapp nya dia sih,maklum cuma nyimpen nomer dan pantengin photo profile nya. Terjadilah drama sepanjang sungai musi milik palembang. Sebab kegelisahan si temen lama tak ada respon dari dio.
...............
Enter
Aaaaah, terkirim sudah chat memalukan "dio, aku di lokasi. pean dimana?"
Duhh, gelisahhh, takut segala macam.
Nah baru sedetik terkirim, datang Dm ig dari dia . "ya allah yung, iki dibalessss, lek gitu ngapain kita ngirim via Wathsaap !!!!" hemm, terlanjur sudah. yaudah mau gimana lagi. Tapi untungnya fast respon dia. Tanpa basa-basi dia segera menjawab. Tak peduli aku dapet nomer dia dari mana. Dag dig dug gak karuan sudah, tertahan takut dan malu wkwk.
Sampai di kampus yang elit, dipenuhi pendamping wisuda super kece-kece. Ramai sekali. Akhirnya bertemulah kami.
"Makasih ya udah datang" sambutnya.
Seperti biasa aku berjingkrak-jingkrak ria dalam hati. "Alhamdulillah yaallah akhirnya bisa jumpa. Sungguh tak kusangka mashaallah" .
Tapi Sepertinya dia sedang buru-buru karna banyak sekali teman karib nya yang hadir sampai dibuatkan nya banner khusus buat dia. Sempat berbincang dan berfoto sebentar juga.
Sebenarnya bertemu dari kejauhan saja sudah bahagia sekali rasanya. Apalagi bisa memberi sedikit kenangan (yang mungkin tak penting buat dia) sudah kebahagiaan tersendiri bagi ku ditambah foto bareng yang itu sebagai bukti bahwa ingin ku abadikan moment ini.
Setelah dirasa cukup, tak lupa, terus kuucap syukur dan istighfar dalam hati mengingat sudah kucapai harap sebagai tombak tanya.
"Jika ku tak bertemu dengan nya saat wisuda itu, berarti petunjuk agar aku merelakan untuk berhenti berjuang. dan memilih habitat asal 'seperti yang di nginkan sang ibu' Tapi jikalau bertemu, aku akan terus menjadi pejuang diam dipihak dia dan terus mengabdi untuk tugas negara yang sedang aku tekuni."doa kala itu.
Namun,ada sedikit problem di akhir pertemuan. karna kesalahan ku yang membuat dia bersalah dimataku. Aku ga kepikiran buat ngeshare disini sih. Cuma sore itu (kembalinya aku dari kampus dia) kumerasa mellow uda kayak anak bayi.
Ahad, 30 september 2018
Waktu begitu cepat, ahad pagi kuharus sudah menghirup udara Lumajang lagi. Sudah lelah dengan bau semerbak bis yang memusingkan huh. Akhirnya pesen tiket kereta lah kok salah tujuan, saking gak karuan nya hati entah saking banyak nya pikiran berasa hampir ambyaarr. Hahaha. Ga di ridhoi naik kereta, jadinya naik bis lagi deh. Yaudah alhamdulillah cerita selesai sampe disitu. Which is, ini masih di bis soalnya.
Tangguh sekali kan saya?
Berharap banyak orang disana yang juga punya tekat dan keberanian yang cukup besar untuk menggapai hal baik dengan pilihan-pilihan yang tepat pastinya.
HAPPY GRADUATION DIO,
Btw ini jumpa yang kesepuluh ya kak.
mugi tansah manfaat lan barokah ilmu saking Allah. Sepuntene ingkang kuwatah saking kulonipun.
Sampun sampunnn.
Jumat,28 september 2018
Setelah menginjakkan kaki di bumi Sidoarjo untuk temu kangen keluarga kemarin, sekarang waktu nya kembali ke habitat karna besok (sabtu) ada agenda di sekolah yang diadakan sewulan sekali. Mentari sudah berada di tempat paling ganas. "Berasa terbakar mashaallah" ku bergumam di tempat terdepan sebuah bis kota menuju Lumajang.
30 menit perjalanan, ku mendapat kabar yang betul-betul aku tersentak dari kegelisahan akhir pekan ini sebab bentrok dengan agenda di sekolah sabtu esok. Suatu Hal yang mungkin berpengaruh besar. Karna sungguh rumit sampai melibatkan arahan dari banyak pandangan.
"Dateng enggak ya ke wisuda nya? ".
"Setelah dapet ridlho dari dia kayak nya lebih aman buat kesana,menghindari anggaban 'tamu tak diundang' ".
"Di sekolah gimana ya,harus pilih satu nih".
"Duh, takut kecewa setelah mengorban kan salah satu nya".
Okeh setelah nyampe rumah, istirahat maksimal dulu, menenangkan pikiran dulu dan berdoa untuk diberi petunjuk sama Allah.
Sabtu, 29 september 2018
Fix, pasang alarm pukul 04.00 dan prepare berangkat hijrah lagi dari Lumajang kota pisang ke Malang kota wisata. tepat jam 05.30 datang si bis untuk siap menyusuri jalanan ramai di pagi hari.
Kuputuskan untuk datang di hari penting setiap umat, yaitu wisuda. Dengan keyakinan dan kepasrahan apakah nanti dipertemukan atau engga. Ku urus segala perizinan ke sekolah dan berusaha meyakinkan kan kalau itu alasan penting, pun berusaha meyakinkan diri agar tidak izin lagi esok hari kecuali sakit. Yah, namanya juga sudah berdoa lama agar bisa hadir, masa setelah ada kesempatan tapi diabaikan. Dengan segala resiko apapun inshaallah aku akan terima dengan lapang Lillah. Takut dinilai mempermainkan Tuhan intinya. Berharapnya cuma satu "semoga engkau selalu beri kemudahan dan kekuatan untuk ku yarobb" .gitu
Perjalanan yang lumayan melelahkan sebab macet tiada tara. Tapi lagi-lagi itu terhempas karna keinginan yang kuat untuk hadir disana. Sampai pukul 10.33 sudah ku injakan kaki ini di perbumian Malang. Dengan segenap persiapan yang (sebenernya) belum matang tapi keburu dikejar waktu takut acaranya sudah kelar.
Dear wisuda dio,
Bucket yang seadanya karna ga sempet pesan 'lah wong niat nya batal datang e'. kartu ucapan yang nulis nya gemeteran takut ilfiel baca tulisan ku bak dokter jaman now, jadi diwakilkan temen ditambah emot-emot asal yang,"ah.... Wedi ngisin-ngisin i yuuunggg" protesku. walau tak digubris oleh nya .
Setelah melalui drama panjang, tiba waktunya mencari sasaran. DM ig not responding. walau padahal sudah punya Wathsapp nya dia sih,maklum cuma nyimpen nomer dan pantengin photo profile nya. Terjadilah drama sepanjang sungai musi milik palembang. Sebab kegelisahan si temen lama tak ada respon dari dio.
...............
Enter
Aaaaah, terkirim sudah chat memalukan "dio, aku di lokasi. pean dimana?"
Duhh, gelisahhh, takut segala macam.
Nah baru sedetik terkirim, datang Dm ig dari dia . "ya allah yung, iki dibalessss, lek gitu ngapain kita ngirim via Wathsaap !!!!" hemm, terlanjur sudah. yaudah mau gimana lagi. Tapi untungnya fast respon dia. Tanpa basa-basi dia segera menjawab. Tak peduli aku dapet nomer dia dari mana. Dag dig dug gak karuan sudah, tertahan takut dan malu wkwk.
Sampai di kampus yang elit, dipenuhi pendamping wisuda super kece-kece. Ramai sekali. Akhirnya bertemulah kami.
"Makasih ya udah datang" sambutnya.
Seperti biasa aku berjingkrak-jingkrak ria dalam hati. "Alhamdulillah yaallah akhirnya bisa jumpa. Sungguh tak kusangka mashaallah" .
Tapi Sepertinya dia sedang buru-buru karna banyak sekali teman karib nya yang hadir sampai dibuatkan nya banner khusus buat dia. Sempat berbincang dan berfoto sebentar juga.
Sebenarnya bertemu dari kejauhan saja sudah bahagia sekali rasanya. Apalagi bisa memberi sedikit kenangan (yang mungkin tak penting buat dia) sudah kebahagiaan tersendiri bagi ku ditambah foto bareng yang itu sebagai bukti bahwa ingin ku abadikan moment ini.
Setelah dirasa cukup, tak lupa, terus kuucap syukur dan istighfar dalam hati mengingat sudah kucapai harap sebagai tombak tanya.
"Jika ku tak bertemu dengan nya saat wisuda itu, berarti petunjuk agar aku merelakan untuk berhenti berjuang. dan memilih habitat asal 'seperti yang di nginkan sang ibu' Tapi jikalau bertemu, aku akan terus menjadi pejuang diam dipihak dia dan terus mengabdi untuk tugas negara yang sedang aku tekuni."doa kala itu.
Namun,ada sedikit problem di akhir pertemuan. karna kesalahan ku yang membuat dia bersalah dimataku. Aku ga kepikiran buat ngeshare disini sih. Cuma sore itu (kembalinya aku dari kampus dia) kumerasa mellow uda kayak anak bayi.
Ahad, 30 september 2018
Waktu begitu cepat, ahad pagi kuharus sudah menghirup udara Lumajang lagi. Sudah lelah dengan bau semerbak bis yang memusingkan huh. Akhirnya pesen tiket kereta lah kok salah tujuan, saking gak karuan nya hati entah saking banyak nya pikiran berasa hampir ambyaarr. Hahaha. Ga di ridhoi naik kereta, jadinya naik bis lagi deh. Yaudah alhamdulillah cerita selesai sampe disitu. Which is, ini masih di bis soalnya.
Tangguh sekali kan saya?
Berharap banyak orang disana yang juga punya tekat dan keberanian yang cukup besar untuk menggapai hal baik dengan pilihan-pilihan yang tepat pastinya.
HAPPY GRADUATION DIO,
Btw ini jumpa yang kesepuluh ya kak.
mugi tansah manfaat lan barokah ilmu saking Allah. Sepuntene ingkang kuwatah saking kulonipun.
Sampun sampunnn.
